UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengukuhkan 22 anggota Pengurus Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen (BKSADK) Kota Yogyakarta Periode 2026–2030, bertempat di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Rabu (28/1).
Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengucapkan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh pengurus BKSADK yang baru dikukuhkan. Ia menyampaikan, pengukuhan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama dan berorganisasi bagi seluruh umat beragama di Indonesia.
“Setiap agama dan kepercayaan yang bertujuan memperkuat ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pasti diterima keberadaannya oleh masyarakat dan didukung oleh negara. Negara hadir untuk melindungi umat beragama agar dapat berorganisasi, beribadah, dan mengamalkan ajaran agamanya sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Wawan.
Menurutnya, kehadiran BKSADK di Kota Yogyakarta memiliki peran strategis dalam memperkuat pembinaan dan pengayoman terhadap jemaat Kristiani, sekaligus menjadi saluran aspirasi serta wadah partisipasi aktif umat Kristen dalam pembangunan Kota Yogyakarta dan Indonesia.
Wawan mengatakan, pembangunan Kota Yogyakarta difokuskan pada pembangunan manusia (human centered development), melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan keluarga, serta kesejahteraan sosial ekonomi.
“Jogja dikaruniai keberagaman yang tinggi. Berbagai suku, etnis, dan keyakinan hidup berdampingan dengan saling menghormati. Inilah yang menjadikan Yogyakarta dikenal sebagai City of Tolerance,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi setiap kegiatan keagamaan yang tidak hanya memberi manfaat bagi umatnya, tetapi juga mampu menjadi berkat bagi masyarakat luas, memperkuat harmoni sosial, moderasi beragama, serta persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Ketua Umum BKSADK Kota Yogyakarta, Pdt. Fendi Susanto menyampaikan, komitmen BKSADK untuk berkarya bersama di tengah masyarakat, khususnya dalam melayani umat Kristiani lintas denominasi gereja di Kota Yogyakarta.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan antar gereja sebagai bagian dari panggilan iman untuk menjawab doa Tuhan Yesus agar umat-Nya hidup dalam persatuan.
“Gereja-gereja harus bersama. Ini adalah bagian dari menjawab doa Tuhan Yesus agar murid-murid-Nya bersatu. Perbedaan bukan alasan untuk tidak berjalan bersama,” ujarnya.
Pdt. Fendi juga mengajak seluruh umat Kristen dan gereja-gereja antar denominasi di Kota Yogyakarta untuk terus membangun kebersamaan, saling mendukung, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap, pengurus BKSADK Kota Yogyakarta Periode 2026–2030 semakin memperkuat sinergi antar gereja serta kontribusi umat Kristiani dalam menjaga toleransi dan keharmonisan di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.


