UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menyelenggarakan Sosialisasi Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari perwakilan sekolah SMA, SMK, dan Madrasah se-Kota Yogyakarta yang berlangsung di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Kamis (29/1).
Saat ditemui, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Bernadus Bayu Laksmono mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan awal dari pelaksanaan Seleksi Paskibraka Tahun 2026.
“Melalui sosialisasi ini kami memberikan materi pengenalan Paskibraka, penjelasan persyaratan pendaftaran, ketentuan seleksi, serta tahapan dan jadwal pelaksanaannya. Seleksi ini akan diikuti oleh siswa kelas 10, yang nantinya saat terpilih dan mengikuti pemusatan pelatihan akan berada di kelas 11,” jelas Bernadus Bayu saat diwawancarai.
Ia menambahkan, dalam sosialisasi tersebut Bakesbangpol menghadirkan narasumber dari Dewan Pimpinan Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat, yakni Wakil Ketua DPPI Pusat, Muhammad Wardiyanto, serta moderator dari Purna Paskibraka Nasional Tahun 2025. Diharapkan melalui kegiatan ini, pihak sekolah dapat mendukung penuh dan mendorong siswa-siswinya untuk mengikuti seleksi Paskibraka.
Menurutnya, sesuai regulasi yang berlaku, Paskibraka diharapkan menjadi wadah pembentukan kader pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila, memiliki ideologi yang kuat, wawasan kebangsaan, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta integritas yang tinggi. Paskibraka juga diharapkan mampu menjadi duta pelajar di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Harapannya, para Paskibraka dapat menjadi duta pelajar Kota Yogyakarta yang mampu memberikan pencerahan serta menginspirasi siswa lain, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang berkualitas, baik dari sisi akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bernadus menjelaskan tahapan seleksi Paskibraka 2026 meliputi seleksi administrasi, seleksi pengetahuan umum dan ideologi Pancasila secara daring, pemeriksaan kesehatan, tes postur dan fisik, baris-berbaris, serta tes kepribadian. Seleksi juga memperhatikan persyaratan tinggi dan berat badan ideal serta kondisi fisik yang sehat.
“Sejak tahun 2024, Kota Yogyakarta mampu meloloskan 23 pasang Paskibraka di tingkat kota. Dari jumlah tersebut, empat pasang dikirim ke tingkat provinsi, dan provinsi selanjutnya mengirim dua pasang ke tingkat Nasional. Dalam dua tahun berturut-turut, perwakilan dari Kota Yogyakarta berhasil lolos ke tingkat Nasional,” katanya.
Tambahnya, untuk pendaftaran seleksi Paskibraka 2026 akan dijadwalkan dibuka secara Nasional oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Februari mendatang melalui sistem aplikasi BPIP. Setelah seleksi administrasi, peserta akan dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPPI Pusat, Muhammad Wardiyanto, mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti seleksi Paskibraka. Ia menegaskan, saat ini negara hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang.
Selain itu, pihaknya juga menambahkan, menjadi Paskibraka memberikan banyak manfaat dan peluang di masa depan, termasuk pembentukan karakter, jejaring, serta kesempatan pengembangan diri yang lebih luas.
“Paskibraka bisa berasal dari siapa saja. Tidak melihat latar belakang orang tua. Seleksi dilakukan secara ketat, transparan, dan sesuai aturan. Kami dari pusat turun langsung ke seluruh provinsi untuk memastikan proses berjalan jujur dan bersih,” tegasnya.



