Gondokusuman,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali memperkuat komitmennya mewujudkan program Jogja Tanpa Rumput untuk menampilkan wajah kota yang bersih, rapi, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Program ini merupakan bagian dari strategi pemeliharaan ruang publik, yang menyasar rumput dan tumbuhan liar maupun sampah di sepanjang ruas jalan dan trotoar kota.

Pada Jumat (30/1/2026) pagi, sejak pukul 07.00 WIB, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kerja bakti massal di sepanjang kawasan Kotabaru.

Kegiatan difokuskan pada pembersihan rumput liar, dedaunan, ranting, serta sampah organik lain dari trotoar, bahu jalan, dan fasilitas umum. Petugas juga menyiapkan kendaraan dan peralatan untuk mengangkut hasil bersih-bersih tersebut

Aksi bersih rumput di Jalan Ungaran Kotabaru oleh anggota Satpol PP Kota Yogyakarta.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, kerja bakti ini adalah wujud nyata implementasi program Jogja Tanpa Rumput yang dilaksanakan secara berkala.

“Pada kesempatan pagi ini, Satpol PP bersama teman-teman dari DLH melaksanakan kegiatan kerja bakti di kawasan Kotabaru, khususnya di area sekitar Kotabaru. Fokus kami adalah pembersihan trotoar dari rumput liar serta pengangkutan sampah yang ada di wilayah tersebut,” ujar Octo saat ditemui di lokasi kegiatan.

Octo menambahkan, kegiatan ini tidak hanya membersihkan rumput, tetapi juga bertujuan memperbaiki estetika ruang kota agar lebih representatif sebagai kota tujuan wisata dan tempat tinggal yang nyaman.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat.

Area yang menjadi fokus tak hanya jalan protokol dan kawasan wisata, namun juga permukiman dan ruas jalan sekunder yang menjadi bagian dari ruang sirkulasi publik sehari-hari. Rumput liar yang tumbuh di trotoar kerap mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan mengurangi kesan rapih ruang kota apabila dibiarkan terus-menerus.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa Jogja Tanpa Rumput tidak hanya soal pembersihan rumput, tapi juga momentum membangun kesadaran kolektif warga kota untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban ruang publik.

Dengan keberlanjutan program ini, Pemkot berharap Kota Yogyakarta dapat tampil sebagai kota yang bersih, rapi, dan layak dikunjungi wisatawan sepanjang tahun 2026 sekaligus menjadi teladan pengelolaan ruang publik di tingkat nasional.