Home / Ekonomi dan Bisnis / Pengusaha AS Bersorak Menang Dagang dari RI, Trump Dipuji Habis-habisan

Pengusaha AS Bersorak Menang Dagang dari RI, Trump Dipuji Habis-habisan

Foto: Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membuka lembar baru dalam hal kerja sama ekonomi melalui perjanjian dagang Agreements on Reciprocal Trade atau ART. Perjanjian dagang ini dinilai memberikan keuntungan sangat besar bagi industri AS, membuat para pengusaha Paman Sam ‘bersorak sorai’ hingga memuji Presiden Donald Trump.
Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) menjelaskan dengan perjanjian tersebut, Indonesia sepakat untuk menghapus hambatan tarif terhadap lebih dari 99% produk AS. Dengan begitu, mereka bisa memperluas akses sampai ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang.

“Perjanjian bersejarah ini memperdalam kemitraan ekonomi kita dengan mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik dan menciptakan peluang baru bagi petani, produsen, dan pelaku usaha Amerika,” tulis USTR dalam situs resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Dalam keterangan di situs resminya, USTR menampilkan sejumlah pemberitaan media terkait kesepakatan dagang dengan Indonesia. Lembaga itu juga mengutip pernyataan sejumlah pengusaha AS yang memuji langkah yang sudah dilakukan Trump.

Sebagai contoh, ada sambutan dari Presiden Asosiasi Peternak Sapi Nasional (NBCA) dan produsen sapi Virginia, Gene Copenhaver, yang menyatakan perjanjian ini membuat produsen sapi AS jadi punya akses ke Indonesia yang merupakan negara terpadat keempat di dunia, pasar daging sapi halal terbesar di dunia, dan lebih banyak peluang untuk meningkatkan profitabilitas produsen.

“NCBA mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump dan Perwakilan Perdagangan AS, Duta Besar Jamieson Greer, atas kerja keras mereka dalam menandatangani kesepakatan perdagangan ini demi keuntungan produsen Amerika,” kata Copenhaver dalam keterangan USTR itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden dan CEO Federasi Ekspor Daging AS (US Meat Export Federation/USMEF), Dan Halstrom. Menurutnya, perjanjian itu mengatasi banyak hambatan yang selama mereka rasakan untuk mengakses pasar Indonesia.

Halstrom mengatakan implementasi yang sukses akan memungkinkan importir dan konsumen Indonesia untuk memiliki akses yang besar dan konsisten terhadap daging sapi AS untuk pertama kalinya.

“Perjanjian ini juga mencakup komitmen pembelian tahunan sebesar 50.000 metrik ton. Hal ini sejalan dengan perkiraan potensi pasar USMEF dan seharusnya membantu mendorong implementasi nyata dari komitmen yang telah dibuat Indonesia untuk menghapus hambatan non-tarifnya. Nilai ekspor dapat mencapai US$ 400 juta hingga US$ 500 juta dalam waktu dekat, setelah implementasi,” terangnya.

Namun yang menjadi perhatian, Halstrom mengatakan, melalui perjanjian dagang tarif resiprokal ini AS dapat lebih mudah untuk mengekspor daging babi ke Tanah Air, yang selama ini sangatlah dibatasi.

“Ekspor daging babi AS juga telah dibatasi oleh rezim perizinan impor Indonesia dan oleh persetujuan terbatas terhadap pabrik-pabrik AS. Hambatan-hambatan ini hilang di bawah perjanjian ini, memungkinkan pertumbuhan lebih lanjut dalam ekspor daging babi AS, termasuk produk olahan lebih lanjut,” tuturnya.

Belum cukup, dari sektor energi ada CEO Growth Energy, Emily Skor, yang menilai kerangka kerja sama perdagangan baru dengan Indonesia ini memberikan harapan baru bagi pertanian AS. Menurutnya, penerapan campuran etanol 10% secara nasional dapat membuka pasar sebesar 900 juta galon bagi produsen dan petani AS.

“Kami memuji Presiden Trump, Duta Besar Greer, dan Menteri Rollins atas komitmen berkelanjutan mereka untuk melepaskan potensi energi Amerika dan menghapus hambatan yang tidak adil terhadap ekspor dari pedesaan Amerika. Ada peningkatan permintaan global untuk biofuel rendah karbon dan berbiaya rendah, dan Amerika berada pada posisi yang tepat untuk mendominasi pasar tersebut,” kata Skor.

Kemudian Presiden dan CEO Renewable Fuels Association, Geoff Cooper, menyebut Indonesia telah lama jadi pasar prioritas untuk etanol AS, dengan potensi permintaan sekitar 1 miliar galon jika campuran etanol 10% digunakan secara nasional.

“Kami berterima kasih atas kerja keras Presiden Trump dan Duta Besar Greer dalam kesepakatan ini, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama kami dengan para pejabat Indonesia dan pemangku kepentingan industri untuk menerapkan kebijakan impor yang memungkinkan Indonesia memprioritaskan etanol produksi dalam negerinya sambil memungkinkan etanol AS untuk mengisi kesenjangan atau kekurangan pasokan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *