Home / Politik / Ibas Yudhoyono Soroti Peran Pesantren Bangun Moral Bangsa

Ibas Yudhoyono Soroti Peran Pesantren Bangun Moral Bangsa

Ngawi,REDAKSI17.COM – Wakil Ketua MPR RI, Eddie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, menekankan peran penting pesantren dalam membangun bangsa. Hal ini disampaikannya saat menghadiri buka puasa bersama di Pondok Pesantren Syarifatul Ulum Ngawi Jawa Timur dalam rangkaian Reses 2026.

Menurut Ibas, kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi dan ekonomi, namun juga dari moral dan akhlak masyarakatnya.

“Saya hadir bukan hanya untuk berbuka bersama. Saya ingin menegaskan satu pesan, pesantren adalah tiang negeri,” kata Ibas, Jumat (27/2/2026).

Ia mengutip sebuah pernyataan bahwa ilmu tanpa akhlak adalah kegelapan, sedangkan akhlak tanpa ilmu adalah kelemahan, sehingga keduanya harus berjalan beriringan.

Ibas juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menegaskan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan, amanat konstitusi UUD 1945 untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ telah lama dijalankan oleh pesantren, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Menjelang berbuka puasa, kegiatan diisi dengan kultum Ramadan yang menekankan pentingnya ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Tausiyah tersebut mengingatkan bahwa jalan menuju surga membutuhkan kesabaran dan kelapangan hati, serta mengajak umat untuk terus berbuat baik dan menyambung silaturahmi.

Kehadiran Ibas di Ngawi dinilai sebagai wujud nyata upaya menyambung silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat. Apresiasi atas niat baik Ibas disampaikan oleh para tokoh pesantren dan jemaah yang hadir, yang menilai momentum ini sebagai ruang dialog untuk mempererat kedekatan pemimpin dan rakyat.

Data nasional menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 39 ribu pesantren di Indonesia dengan jutaan santri. Ibas menegaskan bahwa ini adalah kekuatan besar dan energi moral bangsa, serta santri saat ini adalah pemimpin masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas mengajak para santri untuk menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat disiplin, memperbaiki hati, dan meningkatkan prestasi. Ia juga berharap Pondok Pesantren Syarifatul Ulum terus melahirkan generasi yang alim, berakhlak, dan berprestasi.

Dalam acara tersebut, Ibas memberikan penghargaan kepada santri berprestasi dan bantuan komputer. Beberapa santri berprestasi yang menerima penghargaan adalah Azuan Maulana Fadillah, Vanya Rengganis Harta Mavilla, Muallima Nurul Latifah, Fitri Nur Rohmah, dan Enjie Maharani Nusantara.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Agus M Noval Al Haidar, Ibu Nyai Dra. Siti Zubaidah, Yai Anwar Solihin, Agus Zein Zuhri Soleh, Sehmanto, Agus M Ulul Albab, Agus Habib Junaidi, serta para masyayikh, sesepuh, dan jamaah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *