
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengintensifkan gerakan “korve” atau gotong royong sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam. Berlangsung di Terminal Dhaksinarga, Kapanewon Wonosari, Jumat, (17/4/2026) kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar pemerintah daerah bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga ekosistem, meskipun inisiasi gerakan ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak tahun 2025.
Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa gerakan korve saat ini tidak hanya terbatas pada aktivitas bersih-bersih atau menyapu, tetapi juga mencakup upaya mitigasi bencana melalui gerakan menanam pohon. Hal ini dilakukan menyusul situasi global dan ancaman kebencanaan yang menjadi persoalan krusial di berbagai wilayah Indonesia.
“Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada daerah rawan bencana seperti Clongop, Sawahan, Nglipar, dan Ngawen agar tidak lagi terjadi longsor.” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, bahwa Dinas Pertanian pun telah dikerahkan untuk mencari jenis tanaman yang tepat guna mengikat tanah di wilayah-wilayah tersebut.
“Selain longsor, penanganan banjir juga menjadi prioritas, salah satunya melalui pengerukan sedimentasi di Crossway Sungai Anak Oya, Gedangsari, yang telah menjadi persoalan banjir selama 36 tahun akibat penyempitan sungai.” ungkap Bupati.
Warga diimbau untuk membuang egoisme pribadi, seperti menanam tanaman pakan ternak di bantaran sungai yang dapat menghambat aliran air dan merugikan tetangga sekitar.
Membangun Budaya Bersih dari Keluarga dan Sekolah
Kesadaran akan kebersihan diharapkan tumbuh dari niat terdalam sebagai bagian dari iman, bukan sekadar menjalankan perintah atasan. Budaya membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.
“Sebagai bagian dari komitmen sebagai Kabupaten Layak Anak, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan kita libatkan untuk mengedukasi siswa sekolah dalam menjaga kelestarian alam.” kata Bupati.
Anak-anak didorong untuk belajar menanam tanaman sederhana seperti cabai, bayam, atau bunga sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Maka saat inilah kita harus kembali bangkit untuk semangat menjaga bumi, menjaga alam semesta raya supaya tidak murka kepada penghuninya,” pungkasnya dalam kegiatan tersebut.


