Gondokusuman,REDAKSI17.COM-Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memimpin kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta yang digelar di Masjid Az-Zaitun Demangan, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program strategis pembangunan kota.
Dalam kesempatan itu, Wawan hadir bersama jajaran perangkat daerah dan disambut hangat oleh para jamaah serta pengurus masjid. Usai melaksanakan salat subuh berjamaah, ia menyampaikan sejumlah pesan penting, terutama terkait komitmen menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Yogyakarta.
Di hadapan para jamaah, Wawan mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan Kota Yogyakarta dengan cara sederhana namun berdampak besar, yakni memilah sampah sesuai jenisnya dari rumah tangga masing-masing. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan lima langkah MAS JOS atau Masyarakat Jogja Olah Sampah sebagai gerakan kolektif pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. “Kalau kita ingin Kota Yogya tetap bersih, sehat, dan nyaman, maka budaya memilah sampah harus dimulai dari rumah. Jangan lagi mencampur sampah organik dan anorganik,” tegasnya.
Wawan juga meminta kepada para pengurus masjid untuk turut menggencarkan kampanye MAS JOS kepada jamaah. Ia menilai masjid memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan umat dan ruang edukasi sosial yang efektif.
“Melalui masjid, pesan-pesan kebaikan bisa lebih mudah diterima masyarakat. Kampanye pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan bisa disampaikan dalam pengajian, khutbah, maupun kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Wawan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk terus mewujudkan kota yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga maupun wisatawan.
Salah satu langkah konkret yang sedang dilakukan adalah mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik yang ramah pejalan kaki. Ia mencontohkan penataan trotoar di kawasan Jalan Prof. Dr. Sardjito, yang selama ini sebagian digunakan untuk lapak liar.
“Trotoar harus kembali menjadi hak pejalan kaki. Di Jalan Profesor Doktor Sardjito, lapak-lapak liar sudah kita bongkar dan kawasan tersebut akan kita tata ulang menjadi pedestrian yang nyaman serta dilengkapi taman,” jelasnya.
Penataan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya membangun wajah kota yang tertib, indah, dan mendukung mobilitas warga secara aman. Pemerintah ingin memastikan ruang publik dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya tanpa mengganggu kenyamanan bersama.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Az-Zaitun Demangan, Nono Karsono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya masjid tersebut sebagai lokasi Safari Subuh.
Ia menjelaskan bahwa masjid tersebut dibangun pada tahun 2005 dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta saat itu, Hery Zudianto. Sejak berdiri, Masjid Az-Zaitun terus berkembang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat di kawasan Demangan.
“Kami merasa terhormat dan bersyukur karena Masjid Az-Zaitun bisa menjadi bagian dari kegiatan Safari Subuh Pemerintah Kota Yogyakarta. Semoga silaturahmi ini terus terjalin,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk mendukung renovasi masjid. Selain itu, Perumda PDAM Tirtamarta turut memberikan bantuan sebesar Rp2 juta.
Bantuan juga datang dari Baznas Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam bentuk bingkisan untuk jamaah. Tak hanya itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta memberikan sejumlah buku bacaan guna memperkaya koleksi literasi masjid.


