UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Yogyakarta menggelar Musyawarah Kota (Muskot), Sabtu (28/2) di Ruang Kunthi, Kantor PKK Kota Yogyakarta. Muskot Perwosi ini sekaligus  menetapkan Siti Hafsah sebagai Ketua Perwosi Kota Yogyakarta periode 2026–2030. Ia menggantikan Tri Kirana Muslidatun yang telah menuntaskan masa jabatan sebagai Ketua Perwosi Kota Yogyakarta periode 2022–2026.
Usai terpilih, Siti Hafsah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan anggota Perwosi kepadanya. Ia berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami akan terus mendorong promosi dan bekerja sama dengan kementerian untuk mendukung program-program yang sudah berjalan. Mudah-mudahan dapat terus kita jalankan, bahkan kita kembangkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Ketua Perwosi Kota Yogyakarta periode sebelumnya, Wakil Ketua II Perwosi Kota Yogyakarta, Nurjanah menyampaikan, Muskot kali ini mengusung tema “Peran Perempuan dan Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat”. Kegiatan tersebut diikuti 46 peserta yang merupakan perwakilan pengurus dari 14 kemantren se-Kota Yogyakarta.

Ketua Perwosi Kota Yogyakarta periode 2026–2030 Siti Hafsah.

Menurutnya, Muskot menjadi momentum penyempurnaan penyusunan program kerja untuk empat tahun ke depan. Perwosi bertujuan membentuk perempuan Indonesia yang sehat dan bugar demi terciptanya keluarga sejahtera dan gemar berolahraga, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Misi Perwosi adalah membina perempuan Indonesia melalui olahraga yang dilandasi semangat persahabatan, saling menghargai, dan tanggung jawab, serta menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sehat sejak usia dini hingga lanjut usia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta, Aji Karnanto, turut menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta Muskot. Ia berharap, seluruh program dapat berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Perwosi ini semangatnya tetap ada dan luar biasa. Semoga semuanya berjalan dengan baik, lancar dan terus berkembang serta mampu mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga,” ujarnya.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Bidang Humas Perwosi DIY, Atik Wulandari mengatakan, Muskot menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen organisasi.
“Di sinilah kita menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar memberi dampak bagi kemajuan olahraga perempuan di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perwosi sebagai mitra fungsional KONI memiliki peran strategis dalam memasyarakatkan olahraga dan mendorong partisipasi perempuan. Olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas hidup.
“Perempuan yang sehat adalah fondasi keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah pilar masyarakat yang sejahtera. Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan kekompakan dan profesionalitas, saya yakin Perwosi Kota Yogyakarta mampu menghadirkan karya dan prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.