Sleman,REDAKSI17.COM – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (TPID DIY) memastikan, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas pangan di Kabupaten Sleman masih dalam taraf wajar. Stok seluruh komoditas pangan pun hingga saat ini masih aman, tidak terdapat kelangkaan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Eling Priswanto, yang memimpin langsung kegiatan TPID DIY dalam pemantauan harga dan stok pangan di Kabupaten Sleman, pada Senin (02/03). Turut hadir mendampingi Eling dalam pemantauan ini, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, dan Anggota DPD RI Dapil DIY, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega.
Adapun di Kabupaten Sleman, pemantauan harga dan stok pangan dilakukan ke dua lokasi. Pertama, di pasar tradisional, yakni pada Pasar Sleman Unit 1 dan 2, Jl. Parasamya Beran, Tridadi, Sleman, dan pasar modern, di Indogrosir Jl. Magelang km 6.
“Pantauan kami di Pasar Sleman, secara umum stok semua tersedia dengan aman. Dari cabai, bawang merah, produk-produk pertanian, kemudian daging juga, sudah kita lihat di lapangan, semua tersedia dengan baik. Untuk harga memang ada beberapa komoditi yang naik, tetapi masih dalam range yang wajar. Artinya, meskipun ini menjelang lebaran, kenaikan masih dalam taraf yang wajar,” jelas Eling usai melakukan pemantauan di Pasar Sleman Unit 1.
Eling menyebut, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah ayam. Kenaikan yang terjadi, yaitu sekitar Rp2.000. “Itu memang wajar di tiap tahun ketika menjelang Lebaran memang ada kenaikan. Di Sleman, hampir sama dengan 4 kabupaten/kota yang lain, rata-rata sekitar Rp2.000 kenaikannya. Tadi harganya ada yang Rp39.000, ada yang Rp41.000, ini agak bervariasi juga, karena tergantung mereka ngambilnya dari distributor yang mana,” ujar Eling.
Komoditas lain yang juga mengalami fluktuasi taraf wajar namun tetap cenderung stabil, yaitu beras yang mengalami sedikit kenaikan harga sekitar Rp200 dengan harga jual saat ini Rp15.000 per kg. Komoditas minyak kemasan pun mengalami kenaikan sekitar Rp1.000, namun minyak curah tetap stabil di harga Rp21.000. Harga gula juga dilaporkan stabil pada Rp17.000.
Meski beberapa komoditas mengalami sedikit fluktuasi harga, terdapat pula komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni telur dan cabai rawit. Harga telur di Pasar Sleman dilaporkan menjadi Rp29.000 dari yang sebelumnya Rp31.000. Sementara, cabai rawit saat ini seharga Rp85.000 dari yang sebelumnya sempat di angka Rp110.000.
“Kemungkinan masih ada kenaikan lagi ketika nanti mendekati hari Lebaran, karena dipengaruhi oleh mungkin masyarakat yang sudah mudik ke Sleman, kemudian juga permintaan menjelang hari raya bisa jadi naik. Tetapi kalau sejauh ini masih aman untuk seluruh komoditi,” papar Eling.
Eling mengungkapkan, walaupun saat ini kenaikan harga pangan di Kabupaten Sleman masih dalam taraf wajar, apabila di kemudian hari terjadi suatu lonjakan yang besar, TPID DIY bersama pemerintah kabupaten/kota siap untuk segera turun dengan melakukan operasi pasar murah dan beberapa intervensi lainnya. “Apabila dari sisi stok terjadi mungkin kelangkaan, kita kuatkan dengan kerja sama antardaerah. Mungkin mengambil dari daerah lain yang produksinya melimpah. Begitu pula misalnya kita stoknya melimpah di komoditi apa, kita saling kerja sama dengan daerah lain. Itu salah satu antisipasinya,” kata Eling.
Usai melakukan pemantauan di Indogrosir Jl. Magelang km 6, Eling turut melaporkan bahwa secara umum kondisi harga pangan yang dijual juga hampir sama seperti di Pasar Sleman. Tidak terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga yang signifikan.
“Misalnya ada perbedaan harga, ya itu hanya karena perbedaan tempat menjual saja, karena di Indogrosir ini lebih modern, sehingga packagingnya mungkin lebih bagus, jadi untuk selisih harganya juga ada, tetapi tidak signifikan kenaikannya menjelang HBKN Idulfitri,” pungkas Eling.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga pangan di Kabupaten Sleman menjelang Lebaran 2026. “Kalau pun nanti ada kenaikan yang signifikan, biasanya kita sudah melakukan beberapa antisipasi, termasuk mengadakan pasar murah di beberapa tempat, kapanewon yang biasanya kita adakan,” tutur Danang.
Danang pun menegaskan bahwa kebutuhan pangan pokok di Kabupaten Sleman aman tersedia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak belanja secara berlebihan atau panic buying. “Kebutuhan bahan pokok ini masih tersedia aman. Jadi tidak perlu untuk belanja berlebihan, secukupnya saja. Tidak usah panik,” tegas Danang.
Humas Pemda DIY




