Gondokusuman,REDAKSI17.COM-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta (DPK) Kota Yogyakarta kembali menggelar Lomba Bertutur tingkat Kota Yogyakarta tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kekayaan cerita rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta di kalangan generasi muda.
Salah satu panitia penyelenggara, Fetti Conita, menjelaskan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari strategi membangun minat baca dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
“Tujuan lomba bertutur adalah untuk menumbuhkan minat baca, melestarikan budaya melalui cerita rakyat, meningkatkan keterampilan bertutur siswa SD/MI di Kota Yogyakarta, serta mengenalkan perpustakaan sebagai pusat literasi bagi generasi muda,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (3/2/2026).
Fetti menjelaskan, sasaran kegiatan ini adalah siswa tingkat SD/MI kelas 4 dan 5, baik dari sekolah negeri maupun swasta yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.
“Persyaratan lomba ini khusus untuk siswa-siswi tingkat SD/MI kelas 4 dan 5 pada saat mendaftar. Untuk kuotanya maksimal 100 peserta,” jelasnya
Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan maksimal dua peserta. Namun, peserta yang dikirimkan tidak boleh merupakan siswa yang pernah menjadi juara I pada Lomba Siswa Bertutur di tahun sebelumnya. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa lain agar dapat berpartisipasi dan berkembang.
Bagi siswa yang berminat mengikuti lomba, diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi. Peserta harus melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan bahwa siswa tersebut memenuhi persyaratan serta mendapatkan persetujuan untuk mengikuti lomba.
Selain itu, lanjutnya, peserta juga wajib menyerahkan berkas berupa ringkasan cerita yang akan dilombakan, diketik rapi antara 1 hingga 3 halaman ukuran kuarto, fotokopi sampul buku yang menjadi sumber cerita, serta fotokopi daftar isi dari buku tersebut. Seluruh dokumen dikumpulkan masing-masing sebanyak tiga rangkap.
Untuk syarat dan ketentuan lomba ini bisa dilihat di link berikut s.id/LombaBertuturPuskot
Berkas pendaftaran dikumpulkan langsung di Perpustakaan Kota Yogyakarta yang beralamat di Jalan Suroto Nomor 9, Kotabaru. Waktu pengumpulan dimulai pada 3 Maret hingga 2 April 2026, dengan jadwal Senin–Kamis pukul 08.00–14.00 WIB dan Jumat pukul 08.00–11.00 WIB.
Materi lomba bersumber dari buku Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta. Buku tersebut dapat diperoleh dari perpustakaan sekolah masing-masing, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, maupun perpustakaan umum tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Pemilihan cerita harus mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan, atau legenda. Panitia secara tegas melarang penggunaan cerita bertokoh binatang atau fabel sebagai materi lomba.
Dari maksimal 100 peserta yang mengikuti babak penyisihan, nantinya panitia akan memilih 15 peserta terbaik untuk melaju ke babak final.
“Pada tahap final, 15 peserta tersebut akan kembali dinilai untuk menentukan juara I, juara II, dan juara III,” ungkapnya.
Untuk kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi, penampilan peserta dalam bertutur, cara atau teknik bertutur, penguasaan materi, kemampuan atau skill bertutur secara keseluruhan.
Fetti membeberkan para pemenang lomba akan mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat yang ditandatangani oleh Wali Kota Yogyakarta. Juara 1 mendapat Rp. 3.000.000, Juara 2 mendapatkan Rp. 2.500.000, dan juara tiga mendapat Rp. 2.000.000. Untuk pengumuman pemenag akan diumumkan pada 6 Mei 2026 mendatang.
Melalui kegiatan ini, ia berharap perpustakaan semakin dikenal sebagai pusat literasi dan ruang tumbuhnya kreativitas anak-anak.
“Lomba ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi muda yang gemar membaca, bangga terhadap budaya daerah, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sejak usia sekolah dasar,” ujarnya.




