Home / Daerah / Lakukan Pantauan Intensif, TPID DIY Pastikan Jaga Stabilitas Ekonomi

Lakukan Pantauan Intensif, TPID DIY Pastikan Jaga Stabilitas Ekonomi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemda DIY memastikan pasokan bahan pangan aman, harga terkendali, dan distribusi terjaga. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemda DIY melakukan pemantauan intensif di seluruh kabupaten/kota.

“Langkah ini adalah komitmen konkret, bahwa negara hadir menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada momentum yang sangat penting bagi keluarga dan masyarakat. Meski memang secara umum, pasokan komoditas pangan strategis di DIY masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri,” ungkap Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti pada Rabu (04/03).

Kepada para wartawan pada Konferensi Pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idulfitri 1447 H/2026 M di Ruang Wisanggeni, Unit VIII Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Made mengatakan, volume permintaan bahan pangan di DIY masih dalam kondisi stabil, dengan peningkatan yang diproyeksikan terjadi mulai H-10. Distribusi dari distributor maupun supplier pun telah dipastikan berjalan lancar, dengan sistem pasok bekerja solid.

“Upaya antisipasi kami lakukan melalui penguatan stok serta koordinasi distribusi. Menjelang HBKN ini, kami pun terus mempercepat langkah strategis. Pertama, mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik pada stok pemerintah, gudang distributor, pasar tradisional, ritel modern, hingga tingkat produsen,” ungkapnya.

Made menambahkan, langkah strategis lain yang ditempuh Pemda DIY ialah memperkuat sinergi pengawasan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik penimbunan, gangguan distribusi, maupun kenaikan harga yang tidak rasional. Selain itu, dilakukan pula upaya memastikan kelancaran distribusi di wilayah rawan kemacetan dengan memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan melalui koordinasi bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Semua ini dilaksanakan dalam kerangka Strategi 4K TPID, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Karena, ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat,” paparnya.

Dikatakan Made, dalam upaya mencapai stabilitas harga dan pasokan, Pemda DIY juga mengajak masyarakat untuk belanja mengutamakan kebutuhan, belanja bijak dan hemat, serta tetap rasional dalam berkonsumsi. “Belanja bijak samadya adalah kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi,” imbuhnya.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto mengatakan, hasil pemantauan TPID DIY di kabupaten/kota se-DIy yang telah dilakukan satu minggu belakangan menunjukkan adanya perbedaan harga yang tipis antarwilayah di DIY. Selain itu, kenaikan harga pada beberapa komoditas terjadi karena faktor cuaca.

“Lewat Surat edaran Gubernur DIY, kepada bupati/wali kota juga telah diimbau untuk menjaga inflasi, mengintensifkan pemantauan harga komoditas pangan, dan memprioritaskan perjalanan kendaraan pengangkut komoditas pangan. Selain itu, kami juga mengintensifkan serta optimalisasi intervensi pasar, serta melakukan moral suasion dalam pengelolaan ekspektasi masyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Anggota DPD RI, Yashinta Sekarwangi Mega. Yashinta pun membenarkan kondisi ketahanan pangan DIY menjelang Idulfitri 2026 berada dalam kondisi yang aman. Bahkan stok beras DIY cukup melimpah dan masuk kategori surplus.

“Melimpahnya beras bahkan membuat DIY sudah mampu melakukan pengiriman beras untuk menjaga stabilitas pangan di daerah lainnya. Terkait realita harga di pasar tradisional, memang terdapat fluktuasi harga pada komoditas pangan tertentu, namun masih dalam kategori terkendali,” imbuhnya.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *