MERGANGSAN,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan, mendidik, dan mendampingi anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cekatan dan berkarakter kuat.
Ajakan tersebut disampaikan Hasto saat menjadi keynote speaker dalam acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-4 Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (FKPRN) Ksatria Garuda Nusantara sekaligus Syawalan 1447 H dengan mengusung tema “Pencegahan Kenakalan Remaja Ekstrem di Jalanan karena Dampak Pengaruh Genk” yang berlangsung di Bantaran Kali Code, Minggu (19/4).
Dalam kesempatan itu, Ia menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak.
Menurut Hasto, fenomena kenakalan remaja tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua. Ia bahkan menyayangkan masih adanya orang tua yang secara tidak langsung membiarkan bahkan mendukung perilaku negatif anak.
“Ada kondisi di mana anak melakukan kenakalan, tetapi justru mendapat pembenaran dari orang tuanya. Ini yang kemudian menjadi persoalan bersama, karena bukan hanya kenakalan remaja, tetapi juga ada kenakalan dari sisi orang tua,” ujarnya.
Ia juga menyoroti praktik eksploitasi anak yang masih terjadi di masyarakat, seperti membawa anak kecil untuk mengemis atau hidup di jalanan.

Suasana diskusi bersama FKPRN, Ksatria Garuda Nusantara (KGN), di Bantaran Kali Code, Minggu (19/4)

Menurutnya, hal tersebut merupakan pelanggaran hak asasi anak yang seharusnya dilindungi, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak.
Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa berbagai perilaku menyimpang, termasuk keterlibatan dalam geng dan tindakan anarkis, kerap berakar dari kondisi psikologis yang tidak sehat atau yang ia sebut sebagai toxic people.
Berdasarkan data riset kesehatan dasar, angka gangguan mental ringan di Indonesia mengalami peningkatan dari 6,1 persen pada 2013 menjadi 9,8 persen pada 2018.
“Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai perilaku negatif jika tidak ditangani sejak dini,” jelasnya.
Hasto menegaskan, upaya pencegahan kenakalan remaja harus dilakukan dari hulu, yakni melalui penguatan keluarga. Ia menyebut kondisi broken home sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya generasi rentan.
“Kalau bisa angka perceraian ditekan. Keluarga harus menjadi tempat yang nyaman, ayem, dan tentram bagi anak-anak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengapresiasi gerakan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, termasuk kegiatan bersih-bersih sungai. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Kalau lingkungannya bersih, tertata, dan nyaman, maka ini juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis masyarakat, termasuk anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (FKPRN) Ksatria Garuda Nusantara, Krisna Triwanto juga terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga persatuan serta mendorong kepedulian sosial di masyarakat.
“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat ikut untuk bersinergi dalam mencegah kenakalan remaja, khususnya yang dipengaruhi oleh keberadaan geng jalanan, demi menjaga Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar yang aman dan berbudaya,” ungkapnya.