Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Bazar Ramadan 2026 yang diinisiasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama TP PKK DIY dengan tema “Langkah Emas Yogyakarta Berhaji” resmi digelar pada Kamis (05/03). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Pemda DIY, TP PKK DIY, masyarakat, serta para pelaku UMKM dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi pengelolaan keuangan.
Hal tersebut disampaikan dalam Pembukaan Bazar Ramadan 2026 yang berlangsung di Pendapa Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Acara yang menghadirkan puluhan tenant bazar ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK DIY, GKR Hemas, Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi, Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin, serta para ketua lima komponen organisasi wanita DIY.
Membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan, Bazar Ramadan 2026 bukan sekadar ruang transaksi dan interaksi antara pelaku usaha dan pembeli. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi UMKM dalam rangka memperkuat ekonomi lokal.
“Melalui event yang sangat luar biasa ini kita tidak hanya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah yaitu bulan suci Ramadan. Tetapi juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Hal ini tentu menjadi langkah penting dalam menggali potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ujar Siwi.
Siwi menambahkan, kegiatan ini mengedepankan prinsip kebermanfaatan, sekaligus menjadi sarana penguatan semangat kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat, sejalan dengan tema Hari Jadi DIY ke-271, “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. “Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia dapat terus dipelihara dan diperkuat melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Siwi berharap gelaran ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong masyarakat untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Kehadiran mitra seperti Bank Syariah Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sekaligus memperluas pemahaman dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif.
Senada, Ketua TP PKK DIY, GKR Hemas menegaskan, Bazar Ramadan 2026 menjadi ruang pemberdayaan sekaligus penguatan bagi para pelaku ekonomi masyarakat. “Melalui Bazar ini juga kita memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ekonomi rumah tangga,” tegas Wakil Ketua DPD RI tersebut.
Bazar Ramadan 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran PKK di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga serta peningkatan literasi keuangan yang inklusif.
“Hari ini adalah contoh nyata kolaborasi yang produktif menghubungkan pemberdayaan ekonomi, nilai-nilai spiritual Ramadan, serta perencanaan masa depan yang lebih baik,” tutur GKR Hemas.
GKR Hemas mengapresiasi dukungan mitra Bank Syariah Indonesia dalam membantu PKK DIY memperkuat edukasi dan literasi keuangan masyarakat. Ia menegaskan, tema yang diusung tidak hanya menjadi panggilan spiritual, tetapi juga ajakan untuk menyusun perencanaan serta kesiapan finansial yang matang dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin menjelaskan, kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memberikan literasi bahwa niat menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan sejak dini. Ia berharap, kerja sama ini dapat terus berlanjut guna memperkuat pengembangan literasi keuangan masyarakat.
“Melalui sinergi ini kami berharap BSI tidak hanya menjadi sahabat finansial, tetapi juga sahabat spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Yogyakarta khususnya ibu-ibu penggerak ekonomi keluarga,” pungkas Taqiyuddin.
Humas Pemda DIY




