Home / Daerah / Kloter Pertama Jemaah Haji DIY Menuju Embarkasi YIA

Kloter Pertama Jemaah Haji DIY Menuju Embarkasi YIA

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Kebersamaan dan harapan masyarakat terasa kuat dalam pemberangkatan jemaah calon haji tahun 1447 H/2026 M kloter pertama DIY, pada Selasa (21/04). Menuju embarkasi YIA dari Masjid Agung Wates, keberangkatan para jemaah diiringi doa dan lambaian tangan dari keluarga yang mengantar.

Kloter pertama DIY merupakan jemaah calon haji asal Kabupaten Kulon Progo yang berjumlah 354 jemaah, terdiri atas 155 laki-laki dan 199 perempuan. Mereka didampingi oleh 6 petugas daerah, yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter kloter, tenaga kesehatan perawat, serta petugas haji daerah untuk layanan umum dan kesehatan. Para petugas ini akan mendampingi jemaah sejak keberangkatan dari Kulon Progo, menuju embarkasi YIA, hingga menjalankan ibadah di tanah suci, sampai kembali lagi ke DIY.

Total sebanyak 9 bus disiapkan untuk mengangkut seluruh jemaah menuju embarkasi. Menariknya, lebih dari separuh jemaah merupakan lanjut usia, yakni sebanyak 181 orang (51,12%), sementara jemaah berusia di bawah 60 tahun berjumlah 173 orang (48,87%). Hal ini menunjukkan kuatnya semangat masyarakat Kulon Progo dalam menunaikan ibadah haji di berbagai usia.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyampaikan, agar seluruh jemaah menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan ibadah. Ia pun berharap semluruh jamaah dan petugas diberi kelancaran dan kembali sebagai haji mabrur.

“Hari ini kita berkumpul untuk melepas jemaah calon haji Kabupaten Kulon Progo. Ini adalah kesempatan yang sangat baik karena kita masuk dalam kloter pertama. Pesan saya, jaga niat, laksanakan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik. Jaga kesehatan, saling tolong-menolong, karena kondisi fisik sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Di tengah keramaian pelepasan, kebahagiaan dan rasa syukur yang tak terhingga disampaikan Ngatijan, jemaah asal Kedung Tangkil, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Meski ia harus menggunakan kursi roda akibat kondisi kesehatan, semangatnya tidak surut untuk tetap menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

“Persiapan sudah sejak lama sesuai arahan panitia. Saya memang sempat jatuh dan nanti harus pakai kursi roda, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa jalan lagi. Semoga di tanah suci lancar menjalankan rukun haji,” tuturnya.

Tak butuh waktu yang lama, rombongan kloter pertama jamaah haji Kulon Progo inipun sampai di embarkasi YIA. Pada embarkasi berbasis hotel pertama di Indonesia, para calon jamaah haji disambut hangat oleh para petugas dengan sistem pelayanan yang sangat memanusiakan dan ramah lansia.

​Bagi warga Kulon Progo, kemudahan fasilitas ini bukan sekadar soal efisiensi waktu, melainkan juga kebanggaan daerah. Hal ini dirasakan betul oleh Siti Musfiroh, jemaah haji asal Kapanewon Temon. Kulon Progo. Penantian panjangnya sejak mendaftar di bulan Juni 2012, kini terbayar lunas dengan pengalaman yang luar biasa.

​”Saya sangat bangga sekali dengan pelayanan di embarkasi hotel ini. Sebagai warga Kulon Progo, saya merasa ikut memiliki fasilitas ini. Menginap di sini, dan besok bisa terbang lewat kampung halaman sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” tutur Siti dengan senyum bahagia.

​Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji DIY dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan kenyamanan jemaah. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, yang turut memantau langsung di lokasi, memastikan alur kedatangan dibuat senyaman mungkin agar jemaah tidak kelelahan.

​“Jemaah yang turun dari bus langsung dipandu ke sisi timur hotel dengan sistem jalur ganjil-genap untuk mencegah penumpukan. Prioritas utama kami berikan kepada jemaah yang membutuhkan pendampingan, mereka didahulukan,” terang Jauhar.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *