Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengundang ratusan tokoh organisasi Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Acara berlangsung sejak sore hingga menjelang tengah malam, dimulai dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan diskusi soal sikap pemerintah Indonesia atas berbagai isu terkini.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang mengikuti agenda tersebut, mengatakan Prabowo membahas politik nasional dan internasional dengan para tokoh Islam. “Pertemuan itu membahas perkembangan geopolitik, dalam negeri, yang intinya mari kita jaga persatuan,” kata dia seusai acara di Istana.
Dalam acara hari ini, Presiden Prabowo berbuka puasa bersama tiga petinggi ormas Islam. Mereka adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar. Acara diskusi dengan peserta lainnya digelar setelah waktu berbuka puasa.
Menurut Zulkifli, Prabowo memberikan pemaparan kepada peserta acara sejak pukul 20.00 WIB. Pemaparan membahas berbagai isu, termasuk eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. “Tiga jam beliau (memberi pemaparan),” ucap Zulkifli.
Prabowo, kata dia, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan menghadapi situasi yang sedang sulit. “Menjaga, melindungi seluruh tumpah darah dan rakyat kita dan dalam situasi yang sulit seperti itu, sekali lagi Bapak Presiden menjelaskan pentingnya kebersamaan persatuan,” tuturnya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, yang juga mendengarkan pemaparan Prabowo, mengatakan Presiden menjelaskan setidaknya dua hal kepada para hadirin. Pertama, kata dia, soal geopolitik dan ekonomi global, termasuk situasi di Palestina hingga dampak serangan AS-Israel terhadap Iran.
Kedua, kata Nusron, Prabowo juga menjelaskan kondisi kekinian tentang keadaan ekonomi dan sosial yang ada di Indonesia. “Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif, serta memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia, oleh Bapak Presiden,” kata Nusron.
Sejumlah tokoh dari berbagai organisasi masyarakat Islam diundang mengikuti buka bersama dengan Prabowo. Beberapa yang hadir termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf hingga Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI) Hanif Alatas.
Tamu-tamu undangan lainnya juga tampak berdatangan ke Istana pada sore hari ini. Di antara mereka terdapat para pengurus pondok pesantren hingga pendakwah kondang.





