Jakarta,REDAKSI17.COM – Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak perang Iran terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah ibadah haji tetap berangkat di tengah situasi konflik, namun dengan rute perjalanan yang lebih jauh.
Menurut Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf, pengalihan jalur penerbangan berpotensi menambah biaya perjalanan. Pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan perubahan waktu keberangkatan dan kepulangan.
Namun terdapat pula kemungkinan Arab Saudi tetap menyelenggarakan ibadah haji, sementara Indonesia tidak memberangkatkan jemaah karena faktor risiko.
Jika hal tersebut terjadi, pemerintah akan melobi agar dana yang telah disetorkan jemaah tidak hangus.
Opsi lainnya adalah pemerintah memberikan pengembalian dana atau refund, namun jemaah tetap tidak kehilangan kesempatan untuk berangkat pada tahun berikutnya.




