Gondokusuman,REDAKSI17.COM-Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak umat Muslim di Kota Yogyakarta untuk senantiasa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Menurutnya, keluarga yang harmonis merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat sekaligus menjadi ladang ibadah bagi setiap pasangan suami istri.

Ajakan tersebut disampaikan Hasto saat memberikan tausiah setelah melaksanakan salat Isya berjamaah dan salat tarawih bersama masyarakat di Masjid Syuhada, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga bukan hanya sekadar menjalani hubungan suami istri, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Dalam tausiahnya, Hasto menegaskan bahwa pernikahan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ia menyebut bahwa dengan menikah, seseorang dapat “memanen” pahala melalui berbagai aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari bersama pasangan.

“Berkeluarga itu adalah ibadah. Dengan menikah kita bisa panen ibadah dan pahala. Apa yang kita lakukan bersama pasangan bisa menjadi sumber pahala,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Hasto memberikan contoh berbagai tindakan sederhana yang sering kali dianggap sepele, tetapi sebenarnya memiliki nilai ibadah. Misalnya ketika seorang suami pulang dari bekerja lalu disambut oleh istrinya dengan membuka pintu rumah. Hal tersebut, menurutnya, sudah menjadi bentuk ibadah bagi sang istri.

Begitu pula ketika pasangan suami istri makan bersama dan suami menyuapi istrinya. Tindakan kecil seperti itu, kata Hasto, juga dapat bernilai ibadah yang mendatangkan pahala.

Ia menambahkan bahwa keluarga menjadi tempat terbaik untuk memperbanyak amal baik jika dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

“Dengan kita berkeluarga, kita bisa panen pahala kalau kita menjalankannya dengan benar,” kata Hasto.

Namun demikian, Hasto juga mengakui bahwa menjaga keharmonisan rumah tangga bukanlah hal yang mudah, terutama bagi pasangan yang telah menjalani pernikahan dalam waktu yang lama.

Ia mencontohkan bahwa dalam usia perkawinan yang sudah mencapai lebih dari 40 tahun, sering kali kadar keharmonisan dalam rumah tangga mulai menurun.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut pasangan suami istri kadang mulai jarang menunjukkan perhatian satu sama lain, seperti jarang mencium pasangan atau jarang makan bersama.

“Kadang kalau usia perkawinan sudah di atas 40 tahun, keharmonisan itu bisa menurun. Sudah jarang mencium pasangan, sudah jarang makan bareng. Ini justru tantangan berkeluarga yang sebenarnya, bagaimana menjaga kehangatan agar tetap harmonis,” ungkapnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat berada di Masjid Syuhada, Sabtu (14/3/2026). 

Hasto menekankan bahwa menjaga kehangatan dalam rumah tangga memerlukan komitmen dari kedua belah pihak. Suami harus memiliki kedewasaan dalam bersikap, sementara istri juga diharapkan tetap berbakti kepada suami dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, keseimbangan peran dan sikap saling menghargai antara suami dan istri menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis.

“Untuk menguatkan keluarga, suami harus penuh kedewasaan dan istri juga selalu berbakti kepada suami dengan baik. Dengan begitu insyaallah bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hasto berharap momentum bulan Ramadan dapat dimanfaatkan oleh setiap keluarga untuk melakukan introspeksi diri. Bulan suci ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan antaranggota keluarga sekaligus menekan ego masing-masing.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai kesempatan memperkuat komunikasi, memperbanyak kebersamaan, serta memperbaiki sikap dalam kehidupan rumah tangga.

“Di bulan Ramadan ini semoga bisa menjadi ajang introspeksi bagi setiap keluarga, sehingga kita bisa menekan ego masing-masing dan memperkuat keharmonisan dalam keluarga,” ujarnya.

Dengan keluarga yang harmonis dan penuh nilai ibadah, Hasto berharap masyarakat Kota Yogyakarta dapat membangun kehidupan sosial yang lebih baik, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.