UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta didukung Bank Indonesia, Bulog dan distributor pangan menggelar pasar murah Ramadan di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (16/3/2026). Kegiatan itu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Lebaran dengan harga yang terjangkau. Pasar murah juga menjadi salah satu upaya Pemkot Yogyakarta dalam mengendalikan inflasi daerah.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan kegiatan pasar murah Ramadan di Balai Kota Yogyakarta menjadi salah satu cara mencegah maupun mengendalikan inflasi daerah. Kebutuhan pangan di pasar murah itu  dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar-pasar, sehingga masyarakat mendapatkan harga pangan terjangkau

“Biar mereka tidak mengeroyok pasar semua, maka di Balai Kota kita adakan pasar murah. Selisih dua ribu, tiga ribu lebih rendah daripada (harga) yang di pasar,” kata Hasto ditemui saat memantau giat Pasar Murah di Balai Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudidyo dan dari dinas -dinas terkait saat memantau giat pasar murah di Balai Kota Yogyakarta. 

Pihaknya menegaskan kegiatan pasar murah juga untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Hasto menyatakan menjelang Lebaran, kondisi bahan pangan tersedia. Hanya saja daya beli masyarakat sedikit agak menurun karena angka inflasi meningkat. Oleh karena itu, Pemkot Yogyakarta mengadakan pasar murah dengan menyediakan pangan-pangan yang sensitif terhadap inflasi seperti telur, gula tepung beras dengan harga terjangkau.

“Menjelang Lebaran tidak usah panic buying. Jadi nggak usah ngeroyok pasar terus berlomba-lomba borong tidak usah karena bahan itu tersedia. Tidak akan kehabisan stok, sehingga kami akan membantu untuk menjaga stok yang ada di pasar ataupun di mana saja agar tidak ada kekurangan bahan. Tidak usah boros-boros, cintai produk nonimpor dan kemudian kalau bisa nglarisi tetangga sendiri,” terang Hasto.

Masyarakat antusias membeli kebutuhan pangan dalam giat pasar muah di Balai Kota Yogyakarta. 

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani menjelaskan dalam Pasar Murah itu disediakan komoditas sebanyak 5 ton antara lain, beras, telur, gula pasir dan minyak goreng. Bank Indonesia memberikan bantuan biaya distribusi komoditas bekerja sama dengan Bulog dan distributor, sehingga harganya bisa lebih murah berkisar Rp 2.000-Rp 3.000. Kegiatan itu diperuntukan bagi warga Kota Yogyakarta dengan menunjukan identitas KTP.

“Ini merupakan sebuah penutupan dari pasar murah yang selama ini diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Selama ini kita sudah melaksanakan pasar murah di 14 Kemantren. Kemudian kita tutup dengan pasar murah di Balai Kota,” papar Vero.

Beberapa harga pangan dalam Pasar Murah di Balai Kota Yogyakarta dijual dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran seperti telur ayam ras. 

Dia menyatakan intervensi Pemkot Yogyakarta sudah luar biasa dalam pengendalian inflasi dan menyediakan bahan pangan terjangkau untuk masyarakat. Menurutnya menjelang Lebaran, harga kebutuhan pangan masih seperti minggu lalu. Beberapa harga pangan yang masih tinggi antara lain daging sapi Rp 145.000/kg, daging ayam ras Rp 40.000-Rp 42.000/kg, telur ayam Rp 30.000/kg. Meskipun masih tinggi, dipastikan bahan pangan itu tersedia.

Sedangkan Sekda Pemkot Yogyakarta Dedi Budiono menuturkankegiatan pasar murah itu menunjukkan ketersediaan bahan pangan dan mengontrol harga. Ketika barang-barang bisa dijaga pasokannya, kendalikan harganya, maka memasuki libur Hari Besar Idulfitri bisa dilaksanakan dengan sukses. Dalam kegiatan itu juga diserahkan bantuan sembako dari PT Manna Kampus kepada 100 petugas kebersihan di Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.

Penyerahan bantuan sembako dari PT Manna Kampus kepada petugas kebersihan di Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.

Salah satu warga yang membeli di pasar murah di Balai Kota Yogyakarta, Agung Kusuma Ambarwati merasa terbantu dengan adanya kegiatan itu karena harganya lebih murah dibandingkan di pasar. Dicontohkan untuk telur ayam ras dijual Rp 25.000/kg, sedangkan  di pasar mencapai Rp 30.000/kg dan beras 5 kg dijual Rp 60.000/kg sedangkan di pasar harganya Rp 65.000/kg. “Harganya terjangkau sekali ya, sangat membantu. Harapannya semoga kegiatan seperti ini banyak di tempat-tempat yang lain juga ada,” ucap Ambarwati warga Pandeyan.