GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menghadiri pameran lukisan bertajuk “Orang-Orang Bahagia” yang digelar oleh komunitas seniman SAPAKU di Galeri Kolsani, Kolese St. Ignatius, Kotabaru, Yogyakarta, Senin (16/3). Pameran tersebut menampilkan karya para pelukis profesional yang tergabung dalam komunitas SAPAKU.
Dalam sambutannya, Hasto mengapresiasi para seniman yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai para seniman di Kota Yogyakarta tidak hanya berkarya, tetapi juga menjadi “penggembira” yang dengan tulus menyumbangkan waktu, tenaga, dan kesempatan untuk mengekspresikan karya seni mereka.
Menurut Hasto, kehadiran para seniman memberikan energi positif bagi masyarakat. Ia mengaku merasakan kebahagiaan dari karya-karya yang dipamerkan.
“Para seniman Jogja ini kan banyak penggembira juga. Penggembira yang memang dengan ikhlas meluangkan waktu, tenaga, dan kesempatannya untuk bersama-sama mengekspresikan karyanya. Saya merasakan kecipratan kebahagiaannya itu,” jelas Hasto.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memberikan sambutan dalam pameran lukisan bertajuk “Orang-Orang Bahagia” seniman SAPAKU di Galeri Kolsani, Kolese St. Ignatius, Kotabaru, Yogyakarta, Senin (16/3).

Hasto menambahkan, selama ini banyak seniman dan tokoh budaya yang memberikan masukan untuk pembangunan Kota Yogyakarta, sehingga karya seni turut memberi kontribusi terhadap wajah kota.
Sementara itu, Ketua SAPAKU, Edi Arinto menjelaskan, komunitas SAPAKU merupakan komunitas seni yang beranggotakan berbagai latar belakang profesi, mulai dari arsitek, ekonomi, sosiolog, ibu rumah tangga hingga mahasiswa.
Ia menjelaskan, Komunitas tersebut telah berdiri sejak tahun 2005 dan kini memasuki usia 21 tahun. Ia mengatakan, kebersamaan dalam komunitas ini terbangun karena adanya semangat yang sama untuk mengekspresikan diri melalui seni.
“Komunitas ini terdiri dari berbagai profesional yang berkumpul untuk mengekspresikan keinginan mereka melalui seni. Kami merasa sudah menjadi satu kesatuan karena diikat oleh sesuatu yang menyatukan dan membuat kami bahagia bersama,” ujarnya.
Dalam pameran kali ini, SAPAKU mengangkat tema “Orang-Orang Bahagia” sebagai upaya menghadirkan suasana yang lebih positif di tengah berbagai tekanan situasi global maupun nasional. “Kita ingin membuat suasana menjadi lebih berbeda. Orang-orang bisa lebih berbahagia. Melalui lukisan ini kita ingin berbagi kebahagiaan kepada masyarakat,” katanya.

Hasto saat foto bersama para seniman SAPAKU.

Ia mengatakan, pameran ini dibuka untuk umum mulai tanggal 17-29 Maret 2026, namun di tanggal 21-22 Maret 2026 pameran tutup sementara bertepatan dengan Idul Fitri.
Selain pameran lukisan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai workshop seni untuk masyarakat, seperti melukis dengan cat air, gouache, pastel, hingga kegiatan melukis bersama.
Menurut Edi, kegiatan tersebut bertujuan tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga berbagi pengetahuan, keterampilan, serta membangun persahabatan dengan masyarakat.
Pameran ini diikuti oleh 16 anggota komunitas SAPAKU dengan rata-rata tiga karya lukisan dari setiap peserta. Dengan demikian, sedikitnya terdapat sekitar 48 karya yang dipamerkan, bahkan lebih karena beberapa pelukis menampilkan lebih dari tiga karya. “Pameran ini merupakan pameran ketujuh yang diselenggarakan komunitas SAPAKU dan akan berlangsung selama dua minggu, dengan jeda selama masa libur Lebaran,” ujarnya.