Blitar,REDAKSI17.COM – Sebuah skandal memalukan sekaligus bikin geleng-geleng kepala baru saja terbongkar di Lapas Kelas IIB Blitar.
Tiga oknum petugas lapas terpaksa harus mengepak barang bawaan mereka alias dimutasi karena terciduk membuka bisnis pungutan liar (pungli) tingkat tinggi.
Kisah ini bermula dari adanya fasilitas idaman para penghuni Lapas Blitar, yakni kamar di Blok D1.
Apa hebatnya Blok D1?
Rupanya, blok ini menawarkan kemewahan hakiki di balik jeruji, yakni para napi diberi akses beraktivitas di luar sel hingga pukul 19.00 WIB (jam 7 malam).
Tentu saja, fasilitas VIP ini tidak gratis.
Tiga oknum petugas memanfaatkan celah ini untuk mencari cuan tambahan dengan mematok tarif fantastis, yakni sekitar Rp 100 juta untuk masing-masing narapidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Iswandi, mengonfirmasi identitas ketiga oknum yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
– Mereka adalah oknum berinisial AK, yang mirisnya menjabat sebagai Kepala Keamanan Lapas, dibantu oleh dua anak buahnya yang berprofesi sebagai sipir, yakni W dan R.
Target pasar pungli mereka sangat tepat sasaran, yakni para narapidana kasus korupsi yang konon masih punya dompet tebal.
– Tergiur bisa nongkrong lebih lama, ketiga napi sultan ini rela merogoh kocek Rp 100 juta dan langsung check-in menempati kamar di Blok D1 tanpa hambatan.
Bagaimana skandal rapi bernilai ratusan juta ini bisa tercium oleh atasan?
Bukannya lewat operasi senyap atau penyadapan, kasus ini malah bocor di momen yang sangat menyehatkan.
Skandal cuan ini justru terbongkar saat jajaran Lapas sedang asyik menggelar kegiatan rutin senam bersama.
Setelah keringatan usai senam, petugas membuka sesi menampung aspirasi.
– Nah, di momen inilah para napi dan tahanan lainnya bernyanyi alias curhat berjemaah membocorkan adanya praktik pungli bayar kamar untuk pindah ke Blok D1.
Kini, ketiga oknum calo sel premium (AK, W, dan R) telah resmi dimutasi dan sedang ketar-ketir menjalani pemeriksaan intensif oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas).
Kasus ini membuktikan bahwa di mana ada celah aturan, di situ ada potensi bisnis gelap.
Dan yang paling penting, pesannya jelas yaitu jangan pernah meremehkan kekuatan obrolan dan gosip sehabis senam pagi.




