Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat Progo 2026 yang digelar di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam rangka pengamanan arus mudik, arus balik, serta perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Yogyakarta.

Kegiatan apel tersebut diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026, mulai dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah kota, hingga berbagai instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wawan Harmawan menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Progo 2026 benar-benar siap menjalankan tugasnya di lapangan.

“Apel gelar pasukan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam Operasi Ketupat Progo 2026,” ujar Wawan.

Ia berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kesiapan aparat menjadi faktor penting untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dan merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat Progo 2026 yang digelar di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

“Harapannya seluruh personel yang terlibat dapat melaksanakan tugas secara profesional sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman,” katanya.

Lebih lanjut, Wawan juga mengingatkan kepada seluruh personel agar selalu siap menghadapi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama masa mudik maupun arus balik Lebaran.

Ia juga berharap aparat keamanan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Yogyakarta agar tetap kondusif selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Selain menyiapkan pengamanan dari sisi aparat, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama masa menjelang Hari Raya Idulfitri.

Wawan mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan atau mengganggu ketertiban umum.

Selain pengamanan secara umum, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan perhatian khusus pada kawasan wisata yang diprediksi akan dipadati pengunjung, salah satunya kawasan Malioboro.

Wawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel untuk berjaga di sepanjang kawasan Malioboro guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan ketertiban.

Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah praktik parkir liar maupun tarif parkir yang tidak wajar atau dikenal dengan istilah “parkir nuthuk”.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap pedagang kaki lima maupun warung yang berjualan di kawasan tersebut agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar kepada wisatawan.

“Kami juga menerjunkan sejumlah personel untuk berjaga di sepanjang kawasan Malioboro guna mengantisipasi adanya tarif parkir nuthuk serta praktik kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Wawan.

Dengan pengawasan tersebut diharapkan wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke kawasan Malioboro dapat merasa aman dan nyaman selama libur Lebaran.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Robertus Kokok menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Progo 2026.

Menurutnya, selama masa libur Lebaran akan didirikan lima pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Yogyakarta. “Selama libur Lebaran kami mendirikan lima pos pengamanan,” ujarnya.

Kelima pos tersebut terdiri dari satu pos terpadu yang berada di kawasan Teteg serta empat pos pengamanan yang berada di beberapa lokasi strategis.

Adapun pos pengamanan tersebut berada di kawasan Tugu Yogyakarta, kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, area Stasiun Tugu Yogyakarta, serta di kawasan utara Gembira Loka Zoo.

Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sekaligus menjadi pusat pengawasan dan pengendalian situasi keamanan selama masa libur Lebaran.