Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggencarkan edukasi ke sekolah melalui program “Bawaslu Goes to School” untuk mendongkrak pemilih pemula menuju 2029.
“‘Bawaslu Goes to School’ ini bertujuan mengawal masa depan demokrasi,” kata Ketua Bawaslu Kulon Progo Marwanto di Kulon Progo, Senin.
Melalui program inovatif bernama “Bawaslu Goes to School”, lanjut Marwanto, Bawaslu Kulon Progo mulai gencar melakukan pendekatan edukatif ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di seluruh penjuru Kulon Progo.
Menurut dia, gerakan ini menjadi investasi jangka panjang demi mencetak generasi muda yang melek politik dan berpikiran kritis, terutama menjelang kontestasi Pemilu 2029. Pemahaman mengenai hak konstitusional dan pengawasan partisipatif mutlak diberikan kepada pelajar sejak usia dini.
Remaja adalah pilar penentu arah demokrasi bangsa. Melalui agenda “Bawaslu Goes to School”, Bawaslu Kulon Progo berkomitmen menumbuhkan nalar politik yang sehat.
“Harapannya, mereka tidak sekadar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos, tetapi juga berani bersikap kritis dan tegas melawan segala bentuk kecurangan, termasuk politik uang maupun sebaran hoaks,” kata Marwanto.
Dia mengatakan kick-off program ini telah sukses dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Galur. Dalam kunjungan perdana itu, tim Bawaslu Kulon Progo mengemas pendidikan pemilih secara interaktif di hadapan ratusan pelajar.
Tidak sekadar memberikan materi, momen tersebut juga diperkuat dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) terkait Pendidikan dan Pengembangan Pengawasan Partisipatif.
Gerakan edukasi kepemiluan ini dipastikan akan terus bergulir secara maraton ke berbagai sekolah di wilayah Bumi Binangun. Setelah merampungkan agenda di Galur, target sosialisasi berikutnya pada pekan ini adalah SMA Negeri 1 Kokap.
“Melalui kolaborasi yang erat dengan sektor pendidikan, Bawaslu Kulon Progo optimistis siswa mampu bertransformasi menjadi pelopor perubahan yang siap menyebarluaskan semangat pengawasan partisipatif di lingkungan keluarga maupun pertemanan mereka,” katanya.





