Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Bos BI-OJK Pelototi Bank dan Perusahaan yang Banyak Beli Dolar AS

Bos BI-OJK Pelototi Bank dan Perusahaan yang Banyak Beli Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Foto: Dok. YouTube Bank Indonesia

Jakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bakal memperketat pembelian mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri. Pihaknya akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi pada sektor perbankan dan korporasi.
Perry sudah berkoordinasi dengan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi untuk mengirim pengawas langsung pada bank dan perusahaan yang tercatat melakukan pembelian Dolar besar-besaran.

“Nomor tujuh adalah peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi, yang terutama kami lihat bank-bank dan korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi kami kirim pengawas ke sana,” ujar Perry di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam kemarin.

Pengawasan ini merupakan salah satu jurus penguatan nilai tukar rupiah yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Total ada tujuh jurus yang disampaikan Perry untuk meredam gejolak dolar AS dan direstui Prabowo.

Selain pengetatan pembelian dolar AS pada bank dan perusahaan, pihaknya juga sudah membatasi pembelian mata uang Paman Sam tersebut secara individu di pasar domestik. Pembatasan pembelian sudah diturunkan dari awalnya mencapai US$ 100 ribu menjadi hanya US$ 50 ribu per orang per bulan.

Selanjutnya, pembatasan pembelian dolar AS bakal makin diperketat. Perry merencakan pembatasan pembelian kembali diturunkan menjadi US$ 25 ribu per orang per bulan.

“Kami persiapkan, kami akan turunkan lagi menjadi US$ 25 ribu, sehingga pembelian Dolar sampai dengan atau di atas US$ 25 ribu itu harus pakai underlying,” papar Perry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *