Direktur Utama BRI Hery Gunardi/Foto: BRI
Jakarta,REDAKSI17.COM – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, memberikan pesan penting bagi investor saham di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Diketahui saat ini IHSG terkoreksi 1,72% ke 6.976,84.
Finansial menjadi sektor yang turut menyumbang koreksi pada IHSG hari ini. Saham BBRI saat ini juga mengalami koreksi 1,63% ke harga Rp 3.020.
Hery mengingatkan, investor jangka panjang mesti memilih saham-saham dengan kategori blue chip seperti BBRI. Menurutnya, investasi jangka panjang pada saham tersebut tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harga dan pergerakan IHSG.
“Belilah saham-saham yang blue chip, yang fundamentalnya bagus seperti BBRI. Maksudnya apa? Anda nggak usah terlalu lihat, karena kita, seperti saya, adalah investor yang jangka menengah dan jangka panjang. Kita nggak usah lihat harga saham naik turun, naik turun itu bikin tekanan darah naik juga, stresnya naik. Karena investasi itu mesti sesuai dengan objektifnya kita,” ungkap Hery dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/4/2026).
Dividen
Menurutnya, investasi pada saham blue chip sudah pasti memiliki fundamental yang baik. Meski mengalami tekanan, saham-saham ini akan tetap membagikan dividen secara tahunan.
Ia mencontohkannya dengan pembagian dividen BBRI. Meski pergerakan harga saham terkoreksi lebih dari 17% sepanjang tahun 2026, BBRI masih membagikan dividen di atas instrumen investasi lainnya seperti deposito maupun reksa dana.
“Walaupun harga saham tadi dikatakan bahwa ada mengalami tekanan di bawah sekitar 15-16%, nggak usah dilihat itu, lihat dividend ratio-nya, dan dividen kita kan cukup bagus, paling tidak bisa memberikan antara 10-11% return per tahun. Mau cari investasi di mana sebesar itu? Deposito aja mungkin hanya 7%. Kemudian resa dana pasar uang mungkin sekitar 5,5-6%,” jelasnya.
Ia meyakini, saham-saham blue chip dengan fundamental yang baik tidak akan terpengaruh oleh tekanan harga. Bahkan jika ekonomi makro membaik seiring dengan kembalinya minat investor, kinerja saham kategori ini diyakini akan ikut membaik.
“Jadi, itu tipsnya, silakan. Kalau mau berinvestasi jangan lupa, pilih yang blue chip, jangan pilih saham yang tidak blue chip,” pungkasnya.





