
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Bupati Kulon Progo, membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Kalurahan Sidorejo pada Rabu, 22 April 2026.
Acara pembukaan diawali dengan laporan kesiapan kegiatan oleh Kasdim 0731/Kulon Progo, Mayor Cpl Sutarjo, diikuti dengan penyerahan simbolis alat kerja serta penandatanganan serah terima proyek oleh Bupati dan Dandim 0731/Klp, Letkol Inf Dyan Niti Sukma. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Bupati Agung Setyawan kemudian melakukan pemukulan kentongan di hadapan jajaran Forkopimda dan tamu undangan.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menegaskan, TMMD merupakan instrumen strategis untuk mengakselerasi kemajuan daerah melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
“Pembangunan dari desa adalah kunci mewujudkan kemajuan daerah secara menyeluruh. TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, persatuan, dan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Program yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga 21 Mei 2026 ini didukung oleh total anggaran sebesar Rp750.000.000,-, yang berasal dari hibah APBD Kabupaten Kulon Progo dan dukungan APBD DIY. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai sasaran fisik di Padukuhan Kwarakan, Jurug, dan Senden, yang meliputi
Pembangunan Corblok Jalan Sepanjang 1.100 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter. Selain itu, Pembangunan Bangket Jalan sepanjang 175 meter, Pembangunan 2 unit taman prasasti dan 5 unit sumur untuk pemenuhan akses air bersih.
Selain infrastruktur, dalam TMMD juga menyasar kegiatan non-fisik berupa penyuluhan kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan, hingga pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Dalam TMMD, Bupati juga menyerahkan bantuan stimulan untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Aladin (Atap, Lantai, Dinding) serta bantuan jamban sehat. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong warga dalam meningkatkan kualitas hunian dan derajat kesehatan lingkungan. “Sanitasi yang layak merupakan kunci penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita,” katanya.
Secara keseluruhan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari jajaran TNI, Polri, pemerintah kalurahan, hingga dunia usaha. Harapannya agar hasil pembangunan TMMD nantinya dirawat dengan baik oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


