Beranda / Daerah / Danais Berdampak Nyata, Kalurahan DIY Suarakan Penguatan

Danais Berdampak Nyata, Kalurahan DIY Suarakan Penguatan

Yogyakarta,REDAKSI17.COMDari jalan desa yang kini lebih mudah dilalui warga, rumah-rumah yang kembali layak dihuni, hingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan bekerja dan berusaha, Dana Keistimewaan (Danais) DIY telah menghadirkan manfaat nyata di tengah kehidupan masyarakat. Berbekal berbagai capaian tersebut, perwakilan 392 kalurahan se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Nayantaka menyampaikan aspirasi penguatan Danais kepada pemerintah pusat agar manfaat pembangunan berbasis kalurahan dapat terus diperluas.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam rangkaian audiensi bersama Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI dan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta pada 22–23 Juni 2026. Didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY KPH Yudanegara, Paguyuban Nayantaka membawa satu pesan utama bahwa Danais telah menjadi instrumen penting dalam memperkuat pembangunan dari tingkat kalurahan, tempat masyarakat berinteraksi langsung dengan pelayanan publik dan program pemberdayaan.
Selama ini Danais tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai keistimewaan DIY, tetapi juga menjadi pengungkit transformasi kalurahan. Melalui berbagai program seperti Padat Karya Jogja Istimewa, Desa Prima, Desa Preneur, Lumbung Mataraman, Desa Mandiri Budaya, penguatan tata nilai, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni, Danais telah membantu kalurahan mengembangkan potensi wilayah sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing.
Dampaknya terlihat pada berbagai indikator pembangunan yang terus membaik. Angka kemiskinan DIY turun dari 10,83 persen pada 2024 menjadi 10,08 persen pada 2025. Angka stunting juga menurun dari 10,50 persen pada 2023 menjadi 9,69 persen pada 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 3,69 persen pada 2023 menjadi 3,46 persen pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan pembangunan berbasis kalurahan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Secara agregat, Danais melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais telah mendukung pembangunan infrastruktur desa sepanjang 146,3 kilometer selama periode 2021–2025. Selain itu, sebanyak 826 unit rumah tidak layak huni (RTLH) berhasil direhabilitasi pada 2022–2024, administrasi pertanahan diperkuat di 40 kalurahan pada 2022–2026, dan sebanyak 2.182 warga miskin terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang memberikan tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat pada 2022–2026.
Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata, mengatakan permohonan penguatan Danais yang diusulkan bukan semata-mata menyangkut besaran anggaran. Menurutnya, Danais merupakan investasi pembangunan jangka panjang yang akan menentukan kemampuan kalurahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penguatan Danais adalah investasi bagi kalurahan. Dengan dukungan yang lebih kuat, kalurahan dapat memperluas pelayanan publik, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan ekonomi lokal, melestarikan budaya, serta memberdayakan masyarakat miskin dan pengangguran secara lebih optimal. Manfaatnya sudah dirasakan masyarakat dan kami berharap manfaat itu dapat terus diperbesar,” ujar Gandang di Kantor Paguyuban Nayantaka DIY, Kamis (2/7).
Berbagai praktik baik yang tumbuh di kalurahan menjadi bukti nyata keberhasilan pemanfaatan Danais. Kalurahan Sambirejo di Sleman, misalnya, berhasil mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kesempatan pendidikan bagi generasi muda. Di Mangunan, Bantul, Danais mendorong penguatan sektor pariwisata dan budaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi lokal.
Sementara itu, Kalurahan Tamanmartani terus menunjukkan inovasi melalui pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat yang kini menjadi salah satu percontohan nasional. Di Giripeni, Kulon Progo, program Lumbung Mataraman Bulak Peni berhasil menjadi ruang pemberdayaan masyarakat berbasis potensi pertanian lokal yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Paguyuban Nayantaka DIY, Suhadi, menjelaskan audiensi ke Jakarta telah dipersiapkan selama beberapa bulan dengan mengumpulkan berbagai data capaian dan praktik baik dari kalurahan-kalurahan di DIY. Menurutnya, apa yang dipaparkan kepada pemerintah pusat merupakan gambaran nyata bahwa Danais telah menghasilkan perubahan yang dapat diukur sekaligus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Respons positif pun diberikan pemerintah pusat. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, mengapresiasi efektivitas pemanfaatan Danais yang dinilai mampu menghadirkan hasil pembangunan yang nyata. Selain itu, Anggota Badan Anggaran DPR RI MY Esti Wijayati juga menerima usulan yang disampaikan Paguyuban Nayantaka untuk menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut dalam proses penyusunan kebijakan anggaran nasional.
Bagi DIY, penguatan Danais merupakan bagian dari upaya memperkuat Reformasi Kalurahan yang menjadi arah pembangunan daerah. Dengan kalurahan yang semakin mandiri, tata kelola yang semakin baik, serta masyarakat yang semakin berdaya, Danais diharapkan terus menjadi instrumen pembangunan yang mampu menjembatani nilai-nilai keistimewaan dengan kesejahteraan masyarakat.
Melalui semangat “Jogja Istimewa, Indonesia Berdaya”, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama pemerintah kalurahan terus berkomitmen mengawal pemanfaatan Danais secara akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Sebab, dari kalurahan yang kuat akan lahir masyarakat yang sejahtera, budaya yang lestari, serta pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh warga DIY.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *