Beranda / Sejarah / Dari Achmad Aidit menjadi DN Aidit

Dari Achmad Aidit menjadi DN Aidit

Dari Achmad Aidit menjadi DN Aidit, inilah sedikit tentang Ketua CC PKI terakhir itu, sebelum di-demonisasi Orde Baru
Dipa Nusanantara Aidit lahir pada 30 Juli 1923. Artinya, hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-103. Dia lahir dengan nama Achmad Aidit.
Lahir dari ayah seorang mandor hutan, Achmad Aidit atau yang kelak kita kenal sebagai Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) tumbuh besar bersama sang paman yang guru ngaji. Aidit pun terbiasa membaca Alquran dan mengumandangkan azan.
Dari cerita dua adiknya, Sobron dan Murad, kita dapat mengetahui bahwa revolusi pertama Aidit adalah mengganti namanya sendiri, dari Achmad Aidit menjadi Dipa Nusantara Aidit.
Dalam buku Sobron, disebutkan bahwa pada usia 17 tahun, Aidit meminta kepada ayahnya agar diizinkan mengganti nama, “Dan ayah setuju, lalu disahkan di Notaris di Batavia ketika itu.”
Lantas, mengapa Dipa dan mengapa Nusantara? Dalam kajian “Aidit dan Partai Pada Tahun 1950”, yang terlampir dalam buku Sobron, Jacques Leclerc mengungkap hasil penelitiannya:
“… Aidit meminta ayahnya untuk menyetujui pengubahan namanya menjadi Dipa Nusantara, dengan tetap mencantumkan nama ayahnya … Nama Dipa Nusantara itu untuk menghormati perjuangan pahlawan Diponegoro dan agar memberi inspirasi kepada Aidit dalam usahanya membebaskan Negara Nusantara.”
Adik-adiknya memanggilnya dengan Bang Amat. Nama Aidit sendiri datang dari ayahnya, Abdullah Aidit, seorang aktivis Masyumi.
Karena ayahnya lebih sering tinggal di pinggir hutan, Amat kecil tinggal di rumah pamannya, Busu Rachman, yang ternyata guru mengaji, “Kami seluruh bersaudara tamat mengaji, khatam. Termasuk Bang Amat,” kata Sobron.
Dalam kenangan Murad, “Bang Amat sering diminta untuk mengumandangkan azan, karena suaranya dianggap keras dan lafalnya jelas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *