Beranda / Daerah / Dinkes Kulon Progo Awali Penyusunan Rencana Kontingensi Mass Casualty Incident (MCI)

Dinkes Kulon Progo Awali Penyusunan Rencana Kontingensi Mass Casualty Incident (MCI)

 

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menggelar pertemuan awal penyusunan Rencana Kontingensi Mass Casualty Incident (MCI) sebagai langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan penanganan kejadian dengan korban massal di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi.

Pertemuan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, puskesmas, rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Public Safety Center (PSC), serta tim pendamping dari Academic Health System (AHS) Universitas Gadjah Mada (UGM). Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan rencana kontingensi yang komprehensif dan dapat diimplementasikan secara efektif apabila terjadi insiden dengan korban massal.

Penyusunan Rencana Kontingensi MCI merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi kedaruratan, khususnya kejadian yang memerlukan koordinasi lintas sektor dan respons pelayanan kesehatan secara cepat, tepat, dan terpadu. Melalui pertemuan ini, seluruh peserta berdiskusi mengenai tahapan penyusunan dokumen, peran masing-masing pemangku kepentingan, serta mekanisme koordinasi yang akan dilaksanakan selama proses penyusunan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dr. Niken Sudarningtyas, selaku ketua tim penyusunan Rencana Kontingensi MCI, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.

Melalui penyusunan Rencana Kontingensi MCI ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pedoman yang jelas dalam menghadapi kejadian dengan korban massal, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi, cepat, dan efektif demi meminimalkan dampak terhadap masyarakat (Luthfi/Yankes).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *