JAKARTA,REDAKSI17.COM — Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules menghubungi Habib Bahar bin Smith melalui sambungan telepon setelah muncul tantangan terbuka terkait kasus tewasnya Bambang Setiawan, pedagang cermin yang menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, usai demonstrasi 27 Agustus 2026.
Sebelumnya, Bahar melontarkan pernyataan keras saat mendatangi keluarga korban. Ia meminta para pelaku dikumpulkan dan menegaskan siap menghadapi siapa pun yang bertanggung jawab, termasuk jika ada pihak yang dikaitkan dengan GRIB Jaya. Bahar juga mendesak aparat mengusut dan menangkap pelaku pengeroyokan.
Menanggapi tantangan tersebut, Hercules memilih menghubungi Bahar secara langsung. Dalam komunikasi itu, Hercules menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Bahar dan meminta agar keduanya tidak diadu domba oleh informasi yang beredar di media sosial. Hercules juga membantah keterlibatan kelompoknya dalam pengeroyokan di Pejompongan.
Hercules mengatakan aktivitas yang dilakukan kelompoknya berada di wilayah Jakarta Barat dan bukan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia menegaskan persoalan tersebut sebaiknya tidak dikaitkan begitu saja dengan dirinya maupun GRIB Jaya sebelum fakta dan proses hukum mengungkap siapa pelakunya. Sementara itu, kasus pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal dan seorang pemuda bernama Faturohman mengalami luka masih dalam penyelidikan aparat.
Alih-alih melanjutkan polemik tantangan duel, Hercules justru mengajak Bahar bertemu dan bersilaturahmi. Ia bahkan menyatakan siap menerima Bahar di kantornya dan memastikan kedatangannya berlangsung aman. Dengan komunikasi langsung tersebut, Hercules berupaya meredam isu benturan antara dirinya dengan Bahar sekaligus meminta agar kasus kematian Bambang tetap diselesaikan melalui proses hukum.





