Beranda / Aneka Warna / Doa Berlindung dari Rasa Malas, Pelit, dan Pengecut

Doa Berlindung dari Rasa Malas, Pelit, dan Pengecut

Rasa malas sering kali datang tanpa disadari. Awalnya hanya menunda sebentar, tapi lama-lama bisa menghambat ibadah, pekerjaan, bahkan target hidup yang sudah direncanakan dengan matang.

Dalam Islam, rasa malas tidak bisa dianggap hal sepele. Rasulullah SAW sendiri pun mengajarkan doa berlindung dari sifat ini, karena dampaknya bisa memengaruhi kualitas amal dan kedisiplinan seorang Muslim.

Kumpulan Doa Berlindung dari Rasa Malas

1. Doa Agar Terlindungi dari Rasa Malas

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, dari Anas bin Malik ra., ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah memohon perlindungan dengan membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.” (HR. Bukhari no. 6367)

2. Doa Berlindung dari Kelemahan dan Rasa Malas

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ.

Allahuma inni a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal harami.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, dan pikun.” (HR. Muslim)

3. Doa Agar Terlindungi dari Rasa Malas, Pengecut, dan Pikun

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.

Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari bingung dan sedih. Aku berlindung pada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung pada-Mu dari lilitan utang dan kezaliman manusia.” (HR. Abu Dawud)

Rasa Malas Amat Berbahaya

Dalam Islam, rasa malas juga bisa menjadi penghambat seseorang dalam menjalankan kewajiban dan meraih kebaikan.

Bahkan Rasulullah SAW secara khusus berlindung dari sifat ini dalam doa yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, menunjukkan bahwa malas termasuk perkara yang perlu diwaspadai.

Adapun beberapa dampak rasa malas yang perlu diwaspadai sebagai umat Muslim adalah sebagai berikut:

  • Menghambat ibadah. Rasa malas sering membuat seseorang menunda salat, enggan membaca Al-Quran, atau berat melakukan amal saleh. Jika dibiarkan, hal ini bisa menurunkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
  • Menunda kewajiban dan amanah. Islam sangat menekankan tanggung jawab. Sifat malas dapat membuat seseorang lalai terhadap tugas, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kewajiban sosial.
  • Melemahkan potensi diri. Setiap manusia diberi kemampuan dan peluang untuk berkembang. Namun, kemalasan bisa mengubur potensi tersebut sehingga hidup berjalan tanpa arah dan target yang jelas.

Membuka pintu penyesalan. Kebiasaan menunda dan bermalas-malasan sering berujung pada rasa menyesal di kemudian hari karena kesempatan yang terlewat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *