
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung pengembangan Kampung Lele Asap Banaran di Kapanewon Galur yang diharapkan menjadi pusat kuliner sehingga memberdayakan masyarakat, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.
“Komisi II sebagai mitra kerja kami akan mendorong agar kampung ini menjadi wilayah yang benar-benar maju, bisa melayani masyarakat tidak hanya di wilayah Banaran tetapi wilayah lain, dan tidak dijual lagi di Bantul,” kata Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono di Kulon Progo, Kamis.
Ia mengatakan wilayah Banaran ini ada di dekat laut dan ada jembatan yang bisa mendukung terwujudnya kampung lele asap yang maju. Sumber bahan baku dan lokasi wilayah yang strategis, akan mempercepat pengembangan
Kampung Lele Asap Banaran.
“Kalau betul-betul untuk Kulon Progo kami akan membantu untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Semoga ke depan perekonomian di Wilayah ini segera berkembang menjadi lebih baik. Sebagai mitra kerja kami akan mendorong ke pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro mengatakan kampung lele asap ini menjadi inisiasi DKP Kulon Progo, hasil akhirnya adalah branding bahwa lele asap adalah Kulon Progo.
Kampung lele ini memproduksi empat kuintal setiap hari keluar dari kampung inim. Kalau empat kuintal 1 kilogramnya berisi 10 ekor, berarti 4000 orang makan lele setiap hari, belum kalau libur, bisa mencapai 8 kuintal atau sekitar 8.000 ikan lele asap dikonsumsi.
“Oleh karenanya, ia berharap bantuan DPRD untuk membantu membranding lele asap ini agar menjadi milik Kulon progo, walaupun belum banyak masyarakat yang tau produk lele asap. Kemudian untuk regenerasi pengolahan ikan lele asap ini kami akan melakukan pelatihan untuk pemuda-pemuda dan merencanakan untuk ada kuliner lele asap yang ready setiap saat. Sehingga kapan saja ada yang berkunjung akan tau apa itu dan seperti apa rasa lele asap.
“Kami akan mengembangkan dua lokasi, satu untuk sesuai Ketentuan dan yang kedua tetap mempertahankan tradisionalnya pengolahan lele asap. Untuk itu kami memohon dukungannya,” katanya.
Kemudian, Ketua Poklahsar Saro progo di Jati Banaran Mujiyo berharap kalau kelompok lele asap ini bisa mendapatkan bantuan seragam kelompok Juga.
“Kami punya keinginan untuk diberikan Branding Kampung Lele Asap karena sudah banyak pengrajinnya. Kami takutnya kalau banyak di jual di Bantul, takutnya malah diakui Pemerintah Bantul,” katanya.


