Gondomanan,REDAKSI17.COM – Suasana meriah dan penuh kemenangan menyelimuti kawasan Masjid Gedhe Kauman hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Kamis (19/3/2026) malam. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan gelaran Gema Takbir Jogja 2026 yang berlangsung semarak, sekaligus menjadi penutup bulan suci Ramadan.
Mengusung tema “Takbir Menggetarkan Hati, Meneguhkan Tauhid, Membumikan Lingkungan”, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Sejak sore hari, kawasan Kauman sudah dipadati warga, baik masyarakat lokal maupun wisatawan, yang antusias menikmati rangkaian acara.
Ketua Gema Takbir Jogja 2026, Faisal Rahagi, menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), remaja masjid, hingga kelompok pengajian anak-anak dari berbagai wilayah di Yogyakarta.
“Tidak hanya pawai takbir, malam ini juga diisi atraksi seni budaya Islami yang selalu dinantikan masyarakat, lengkap dengan berbagai aksesoris dan lampion yang memperindah jalannya pawai,” ujar Faisal.

Anak-anak pun turut menikmati Gema Takbir Jogja 2026
Ia menambahkan, setiap peserta menampilkan atraksi di dua titik, yakni di Plataran Masjid Gedhe Kauman sebagai lokasi awal, dan dilanjutkan di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Penampilan tersebut dinilai dalam rangka memperebutkan Piala Sultan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Gemerlap lampion, kostum kreatif, serta lantunan takbir yang menggema membuat suasana semakin hidup. Masyarakat tampak menikmati setiap penampilan, memenuhi sepanjang rute pawai sambil mengabadikan momen dengan gawai mereka.

Salah satu penampilan dari peserta lomba
Wakil Wali Kota Yogyakarta yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Gema Takbir Jogja. Ia menyebut kegiatan ini sebagai tradisi positif yang memperkuat nilai keagamaan sekaligus kebersamaan masyarakat.
“Acara ini luar biasa. Saya hadir dari titik nol sampai ke sini, sudah penuh oleh masyarakat. Bahkan wisatawan juga ikut menikmati. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Yogya, Wawan Harmawan bersama istri menikmati Gema Takbir Jogja 2026
Ia juga mengungkapkan gagasan agar ke depan Gema Takbir dapat dikembangkan menjadi ajang berjenjang. Menurutnya, lomba takbir dapat diselenggarakan di masing-masing wilayah saat Idulfitri sebagai babak penyisihan, kemudian dilanjutkan final pada Iduladha dengan memperebutkan Piala Wali Kota.
“Harapannya, ke depan bisa dibuat lebih besar lagi, mungkin di tempat yang lebih luas seperti Mandala Krida atau lokasi lain yang disepakati panitia,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa tradisi Gema Takbir Jogja tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga ruang ekspresi budaya yang mempererat kebersamaan. Malam itu, Jogja kembali menunjukkan pesona Kota Yogya yang tak pernah kehabisan cara merayakan tradisi dengan penuh kreativitas dan kehangatan.


