Jakarta,REDAKSI17.COM – Isu Pengondisian suksesi ketua umum PBNU jelang Muktamar Nahdlatul Ulama yang ke-35 terus bergulir. Gus Lilur atau HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy menyebut bahwa Gus Ipul atau Syaifullah Yusuf dan Nusron Wahid orang dibalik masuknya Cawe-cawe Istana.
Gus Lilur bahkan menyebutnya, NU sebagai boneka penguasa guna melanggengkan kursi Gus Ipul dan Nusron Wahid di kursi kabinet Prabowo Subianto. Untuk itu kedua orang tersebut disebut memaksa calon ketua umum PBNU harus dari lingkarannya.
“Biar Ipul tidak direshuffle. Biar Ipul tetap jadi menteri, guna melanggengkan kursinya. Nusron Wahid yang di Golkar dia tidak begitu diorangkan karena pemimpin Golkar tidak dari komunitasnya, maka dia perlu NU sebagai cantolannya. Nah kemudian dua putra NU ini memanfaatkan suksesi NU sebagai sarana mereka bertahan di kekuasaan.” Kata Gus Lilur.
Saat ini Syaifullah Yusuf memiliki peran krusial karena bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU. Gus Ipul kerap dituding memiliki komunikasi langsung dengan Istana untuk menentukan ketua umum PBNU.
Sementara itu, Nusron Wahid wakil ketua Umum PBNU sekaligus kabinet Prabowo Subianto, sebagai menteri ATR/BPN berangkat dari partai Golkar. Kepentingan Nusron Wahid dalam suksesi ketum PBNU karena kepentingan hegemoni untuk partai Golkar.





