Solo, REDAKSI17.COM – Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng menjelaskan bahwa posisi Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, proses pembinaan terhadap calon penerus sudah dilakukan sejak lama, bahkan sebelum wafatnya Pakubuwono XIII. Dalam tata adat dan hukum karaton, suksesi memiliki aturan yang jelas termasuk soal nasab dan legitimasi penerus tahta.
“Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya,” ujar Gusti Moeng.
Ia menambahkan bahwa proses pembentukan karakter calon penerus tahta telah berlangsung sejak masa Sinuhun Pakubuwono XIII masih bertahta. Saat masih bergelar BRM Mangkubumi, sosok tersebut sudah mulai diperkenalkan dengan nilai dan kehidupan karaton. Pembinaan itu kemudian berlanjut lebih intens ketika menyandang gelar KGPH Hangabehi.
Dalam proses tersebut, ia telah dilibatkan dalam lingkungan karaton sejak usia muda untuk memahami adat, tanggung jawab, dan peran kepemimpinan. Gusti Moeng menilai hal itu penting agar seorang penerus tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu menjadi pengayom keluarga besar karaton. Selain itu, ia juga dituntut menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Gusti Moeng menegaskan bahwa seluruh aspek adat telah terpenuhi dan aspek hukum nasional terkait kedudukan Sinuhun Pakubuwono XIV juga telah selesai. Ia menyampaikan bahwa kini tinggal menunggu pelaksanaan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan.
“Kalau untuk adatnya sudah terpenuhi, dan juga hukum nasionalnya sudah selesai, sudah jelas. Sekarang tinggal menyiapkan prosesi seremonialnya saja, semacam resepsi atau peneguhannya, kapan waktu yang tepat untuk dilaksanakan,” jelasnya.




