Beranda / Nasional Dan Internasional / Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump

Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump

Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Daniel Heuer)

Sanaa,REDAKSI17.COM – Yaman kewalahan menghadapi Houthi yang dibeking Iran. Kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, pun meminta bantuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Permintaan bantuan itu, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), disampaikan Al-Alimi saat melakukan percakapan telepon dengan Trump pada Minggu (20/9) waktu setempat. Menurut seorang sumber dari kantor Al-Alimi, Trump tidak menjanjikan dukungan militer AS kepada Al-Alimi.

Percakapan telepon itu, menurut sumber tersebut, dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pemerintah Yaman yang sedang terdesak, setelah Houthi berhasil merebut kendali atas seluruh wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah dalam sebuah serangan kilat beberapa waktu lalu.

Al-Alimi memimpin Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi. Pasukan pemerintah Yaman sedang memerangi Houthi dengan dukungan udara dari koalisi pimpinan Saudi.

Permintaan Al-Alimi itu menyusul rentetan serangan Houthi terhadap Riyadh pada Sabtu (19/9) waktu setempat. Itu menjadi serangan pertama Houthi yang menargetkan ibu kota Saudi dalam beberapa tahun terakhir, dan menandai eskalasi besar.

Media terkemuka AS telah melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), juga telah mendesak Trump untuk melancarkan serangan langsung terhadap Houthi, yang sudah berulang kali menyerang kerajaan tersebut sejak Juli lalu.

Laporan New York Times (NYT) menyebutkan bahwa MBS kembali menelepon Trump pada Minggu (20/9) waktu setempat, untuk “kembali memohon” bantuan dalam membendung pergerakan Houthi. Media AS lainnya, Axios, sebelumnya melaporkan bahwa Trump menolak permintaan serupa dari MBS pekan lalu.

Fox News melaporkan pada Minggu (20/9) bahwa Trump mengatakan jika Houthi telah sepakat untuk tidak menyerang target-target AS.

Houthi kini menguasai wilayah pesisir strategis yang menghadap ke Selat Bab al-Mandeb, setelah berhasil merebutnya dari pasukan pemerintah Yaman.

Keberhasilan ini memperkuat cengkeraman Iran dan sekutunya atas dua jalur perairan yang menjadi tumpuan kawasan Teluk, termasuk Saudi sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia, untuk mendistribusikan minyak mereka.

Konflik Yaman kembali berkobar sejak Juli lalu, dengan pasukan Houthi kembali bertempur sengit dengan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Saudi.

Pertempuran terbaru itu turut menyeret Riyadh ke dalam konflik. Houthi telah mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi dalam serangan di Laut Merah. Pasukan Houthi juga melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Saudi beberapa waktu terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *