Namun, skenario berbeda bisa terjadi jika IHSG kembali terkoreksi. Menurut Liza, indeks akan menguji area 5.979-5.973. Apabila support tersebut gagal bertahan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hingga 5.898.
“Jika IHSG berpeluang kembali menguat, IHSG menguji 6.095, kemudian 6.111-6.121. Sebaliknya jika kembali melemah, IHSG rentan kembali ke support 5.979/5.973 dan break level tersebut dapat membuka ruang penurunan menuju 5.898,” kata Liza, Senin (5/10/2026).
Secara teknikal, Liza mencatat IHSG sudah menunjukkan rebound, tetapi tren utamanya masih berada dalam fase penurunan. Sementara indikator RSI (14) telah naik ke level 30.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda juga melihat IHSG berpeluang bergerak konsolidatif setelah berhasil memantul dari sekitar 6.000. Meski demikian, arah penguatan masih membutuhkan konfirmasi dari pergerakan berikutnya.
Reza menempatkan area 6.000-5.854 sebagai support IHSG, sedangkan resistance berada di kisaran 6.100-6.110.
“Jika indeks berhasil melewati 6.110, peluang terjadinya technical rebound lanjutan semakin terbuka,” ungkap Reza.
Selain faktor teknikal, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi AS. Pasar akan menunggu rilis ISM Services pada Senin, Fed Minutes pada Rabu, serta data jobless claims yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.





