Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran Ancam UEA: Jangan Bersekutu dengan Agresor

Iran Ancam UEA: Jangan Bersekutu dengan Agresor

Foto/X/@RyanRozbiani A A A

TEHERAN,REDAKSI17.COM – Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan kepada Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghentikan persekutuan dan kerja samanya dengan pihak-pihak yang memusuhi Iran. Jika terus dilakukan, Iran berhak untuk membalas dengan cara yang sama.

Kemlu Iran mencatat bahwa Abu Dhabi mengizinkan wilayahnya digunakan secara luas untuk serangan yang menargetkan Republik Islam selama putaran terbaru agresi tanpa provokasi dari Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap negara tersebut. Kementerian memperingatkan Uni Emirat Arab agar tidak melanjutkan “tindakan destruktifnya dalam kolusi dengan pihak-pihak yang bermusuhan.” Selain berkontribusi pada agresi terhadap Republik Islam, terus berlanjutnya UEA sebagai tuan rumah pangkalan dan peralatan musuh “membawa konsekuensi berbahaya bagi perdamaian dan stabilitas regional,” demikian bunyi pesan tersebut.

Kementerian tersebut juga mengecam para penguasa Emirat karena menuduh Iran menargetkan negara Arab tersebut, dan menekankan bahwa tindakan balasan Republik Islam semata-mata ditujukan pada target-target yang bermusuhan di dalam Emirat. Kementerian mengutuk tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar, sejalan dengan Amerika Serikat, dan melanggar prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menanggapi tuduhan tersebut, pesan itu melanjutkan, “Republik Islam telah menunjukkan pengekangan maksimal, mengadopsi pendekatan yang bertanggung jawab dan demi menghormati kebaikan bersama kawasan dan komunitas Muslim.

” Namun, kementerian menyimpulkan, Republik Islam “tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat untuk membela kepentingan dan keamanan nasionalnya.” UEA dan sejumlah besar negara regional lainnya, termasuk Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania, tanpa terkecuali mengizinkan wilayah mereka masing-masing untuk berfungsi sebagai landasan peluncuran serangan ke wilayah Iran selama agresi tanpa provokasi yang berlangsung dari 28 Februari hingga 7 April.

Iran menanggapi dengan melancarkan setidaknya 100 gelombang pembalasan yang menentukan dan berhasil terhadap target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut. Pembalasan tersebut menargetkan, antara lain, fasilitas-fasilitas Amerika di dalam negara-negara tersebut yang memainkan peran penting dalam memungkinkan agresi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *