Home / Ekonomi dan Bisnis / Iran Berikan Tarif Transit Gratis di Selat Hormuz ke Rusia karena Dianggap Sahabat

Iran Berikan Tarif Transit Gratis di Selat Hormuz ke Rusia karena Dianggap Sahabat

Jakarta,REDAKSI17.COMPemerintah Iran menetapkan kebijakan pengecualian tarif transit bagi sejumlah kapal asing untuk melintasi jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.engecualian pembebasan biaya ini secara khusus diberikan kepada Rusia dan negara-negara lain yang dianggap bersahabat oleh Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, dalam wawancaranya dengan kantor berita RIA Novosti.

“Saat ini, kami memberikan pengecualian kepada sejumlah negara, meski saya tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Namun, Kementerian Luar Negeri kami tengah berupaya menerapkan pengecualian ini secara terencana untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia,” jelas Kazem Jalali.

Kebijakan pengenaan tarif transit ini mulai diterapkan Iran menyusul pecahnya eskalasi militer dengan Amerika Serikat dan Israel. Teheran menegaskan bahwa pungutan tersebut diperlukan sebagai biaya untuk menjamin keamanan operasional maritim di perairan vital tersebut.

Hingga kini, Iran masih menerapkan penutupan sebagian akses selat dan menyatakan baru akan membuka operasional jalur tersebut secara normal apabila blokade laut yang dilakukan AS telah dicabut sepenuhnya.

Meski pelayaran dibatasi, sistem transit berbayar ini rupanya telah mulai berjalan, seperti dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei yang bilang kalau pemerintah Iran telah menerima pembayaran biaya transit perdana dari kapal yang melintas.

Ia memastikan dana tersebut telah disetorkan langsung ke kas bank sentral Iran. Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan titik sempit (chokepoint) krusial yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, sekaligus menjadi satu-satunya pintu keluar menuju laut lepas.

Sebelum pecahnya perang, selat ini menjadi jalur urat nadi energi dunia yang dilalui oleh sekitar 20 juta barel minyak per hari, atau setara dengan seperlima dari total konsumsi minyak mentah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *