JAKARTA,REDAKSI17.COM – Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan menyusul kematian Khamenei dalam serangan udara pada hari pertama perang.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa Teheran siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk ancaman maupun agresi yang ditujukan kepada Iran.

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis (Israel), untuk menghindari kesalahan perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi yang ditujukan kepada negara kami.” kata Abdollahi dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, seperti dikutip Reuters,

Pemerintah Iran menjadwalkan prosesi pemakaman kenegaraan Khamenei dimulai pada 4 Juli di Teheran dan berakhir pada 9 Juli di kota kelahirannya, Mashhad. Sejumlah upacara penghormatan juga akan digelar di Qom serta Irak sebelum prosesi pemakaman selesai.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, turut menyampaikan peringatan serupa. Ia menegaskan Iran akan merespons secara cepat dan tegas setiap ancaman terhadap rakyat maupun kepemimpinan negara.

Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, sebagai pihak yang “marked for death.”

Selama masa pemakaman, pemerintah Iran meningkatkan pengamanan di berbagai wilayah. Media pemerintah melaporkan aparat keamanan disiagakan untuk mengantisipasi potensi ancaman selama rangkaian prosesi berlangsung.

Di sisi lain, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengumumkan pembatasan sementara ruang udara di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Mashhad, sebagai bagian dari langkah pengamanan selama upacara kenegaraan.