Home / Nasional dan Internasional / Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan AS

Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan AS

Teheran,REDAKSI17.COMIran menegaskan sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat (AS)-Israel dengan menolak segala bentuk negosiasi yang berlangsung di bawah tekanan.

Pernyataan ini disampaikan anggota parlemen Iran, Rouhollah Izadkhah, yang merujuk pada arahan Pemimpin Revolusi dan Republik Iran Sayyed Motjaba Khamenei.

“Jika negosiasi terjadi, kita akan memasukinya dari posisi yang kuat dan dengan keyakinan penuh pada angkatan bersenjata kita,” ujar Izadkhah, mengutip Al Mayadeen, Senin (20/4/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa Iran siap menghadapi Presiden AS, Donald Trump, beserta sekutunya di kawasan.

Menurutnya, tujuan negosiasi bukan untuk mengalah, melainkan agar Washington memahami posisi Teheran.

Lebih lanjut, Izadkhah menegaskan sikap tegas negaranya terkait kepentingan strategis.

“Kami tidak akan berkompromi dengan siapa pun, dan kami bersikeras pada hak-hak kami di Selat Hormuz.”

“Kami akan menetapkan kerangka kerja khusus untuk mengaturnya sesuai dengan hukum internasional,” ujarnya.

Ia juga mengejek kebijakan blokade yang diberlakukan Trump di Selat Hormuz sebagai pertunjukan yang gagal, dan menilai bahwa AS tidak berani melakukan serangan langsung terhadap Iran.

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, (IRNA), membantah laporan mengenai adanya putaran kedua negosiasi (Iran dan AS-Israel) di Islamabad.

IRNA menegaskan bahwa laporan tersebut “tidak benar” dan menyebut bahwa hingga kini belum ada keputusan untuk melanjutkan dialog dengan Washington.

IRNA juga menyoroti sikap AS yang dinilai tidak konsisten.

IRNA menyebut maksimalisme dan tuntutan yang berlebihan dan tidak realistis,serta perubahan posisi yang terus terjadi menjadi penghambat utama.

Dalam kondisi tersebut, IRNA menegaskan, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang membuahkan hasil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *