Beranda / Daerah / JABFEST 2026 Ajak Masyarakat Mendalami Persoalan lewat Seni dan Literasi

JABFEST 2026 Ajak Masyarakat Mendalami Persoalan lewat Seni dan Literasi

Bantul,REDAKSI17.COM –  Pada tahun 2026 ini, Jogja Art + Books Festival (JABFEST) kembali digelar dengan menghadirkan sederet program selama 13 hari. Berpusat di Kompleks The Ratan, JABFEST 2026 berlangsung pada 30 September–12 Oktober 2026 dan gratis dikunjungi oleh seluruh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, JABFEST 2026 mengangkat tema “Saksi Mata: Ketika Pendangkalan Berkuasa, Pendalaman Harus Bekerja”. Tema yang diambil dari cerpen karya Seno Gumira Ajidarma tersebut menjadi benang merah berbagai agenda festival yang membahas tentang kebenaran, suara publik, kesaksian, sampai dengan pentingnya pendalaman dalam memahami persoalan masyarakat. Melalui tema ini, JABFEST 2026 pun ingin mengajak masyarakat membaca persoalan sosial, menjaga ingatan kolektif, serta mempertanyakan berbagai realitas yang berkembang di ruang publik.

Dalam pembukaan JABFEST 2026, Rabu (30/09), Ketua Program JABFEST 2026, Dodo Hartoko mengungkapkan bahwa festival ini memandang literasi sebagai wadah untuk terus mempertanyakan berbagai hal, menelaah gagasan, sekaligus membangun kepekaan terhadap persoalan di sekitar. “Literasi bukan ruang kosong, melainkan ruang tanya. Di dalamnya kita membaca dan digelisahkan bersama. Karena tanpa kegelisahan, tidak akan ada perubahan,” ujar Dodo.

Dodo menilai, perjumpaan seni rupa dengan literasi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan JABFEST 2026. Melalui keduanya, pengunjung tidak hanya dapat menikmati dan mengapresiasi karya, tetapi juga diajak melihat berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat melalui kacamata kebudayaan.

Gagasan tersebut turut hadir dalam pameran seni rupa JABFEST 2026 yang menempatkan karya sebagai cara untuk mengingat dan membaca kembali berbagai peristiwa. Sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti tanah, kebudayaan, dan sejarah, menjadi bagian dari gagasan yang dihadirkan para seniman.

Pada kesempatan yang sama, Kurator Pameran JABFEST 2026, Ayos Purwoaji mengatakan, karya seni dan sastra memiliki kemampuan untuk merekam pengalaman serta persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Dengan begitu, karya tidak hanya menjadi bentuk ekspresi, tetapi juga dapat membuka ruang bagi publik untuk melihat kembali suatu peristiwa dari perspektif yang berbeda.

“Seni dapat menjadi saksi mata untuk menolak pelupaan dan merebut kembali bahasa ketika suara publik disumbat,” tutur Ayos.

Menurutnya, proses berkesenian juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan daya kritis, merawat ingatan, dan membangun imajinasi bersama. Melalui karya yang dihadirkan, masyarakat memiliki kesempatan untuk menengok kembali berbagai pengalaman yang pernah terjadi sekaligus memaknai persoalan tersebut dengan sudut pandang yang lebih beragam.

Pameran seni rupa menjadi salah satu ruang yang dapat dinikmati pengunjung selama JABFEST 2026. Karya-karya yang ditampilkan berasal dari Aris Prabawa, Agung Kurniawan, Dewa Ngakan Ardhana, Budiono Kampret, Nur Ipeh, Maryanto, dan Redi Murti, serta satu seniman undangan. Kehadiran para seniman tersebut turut memperlihatkan bagaimana karya visual dapat berangkat dari pengalaman dan persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial maupun kebudayaan.

Pengalaman di JABFEST 2026 tidak berhenti pada pameran. Pengunjung juga dapat menemukan beragam bacaan dalam bazar buku yang melibatkan sekitar 100–150 penerbit independen. Puluhan ribu judul buku, yang diperkirakan mencapai 30.000–50.000 judul, disiapkan untuk memberi pilihan bacaan yang lebih beragam sekaligus mempertemukan pembaca dengan penerbit yang mungkin belum banyak ditemui di ruang penjualan buku pada umumnya.

Rangkaian festival juga diisi oleh tokoh-tokoh dengan latar belakang yang beragam. Aktivis Alissa Wahid, filsuf Martin Suryajaya, peneliti Iqbal Damanik, sastrawan Saut Situmorang, Aris Cipto, serta kelompok musik Majelis Lidah Berduri hadir membawa sudut pandang masing-masing dalam percakapan mengenai seni, literasi, dan kebudayaan.

Didukung Dana Keistimewaan DIY, selama 13 hari pelaksanaan, JABFEST 2026 menggelar delapan program utama, yakni Ngobrolin Buku, Berbincang, Pidato Kebudayaan, Kuliah (Ora) Umum, Seniman Bicara, Seni + Literasi, Layar Tancap, dan Bazar Buku. Rangkaian tersebut dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari diskusi dan percakapan, pertunjukan, pemutaran film, hingga aktivitas yang berkaitan dengan literasi.

Dengan memadukan karya seni, buku, pertunjukan, dan ruang percakapan, JABFEST 2026 mempertemukan seniman, penulis, peneliti, pegiat kebudayaan, penerbit, dan masyarakat dalam satu ruang. Bagi pengunjung, perjumpaan tersebut menjadi kesempatan untuk tidak hanya melihat atau menikmati karya, tetapi juga menemukan gagasan baru dan memahami persoalan di sekitar melalui perspektif yang lebih beragam.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wanneer je een platform kiest, loont het om te letten op een geldige vergunning, transparante voorwaarden en 24/7 klantenservice; bekijk gerust deInstant Casino site als voorbeeld van hoe die basis eruitziet.
Wie in Nederland online een gokplatform wil uitproberen, let vaak op welkomstbonussen, free spins en een breed slot-aanbod; voor wie dat in één pakket zoekt is Casino Foxy Gold een overweging waard, al blijft verantwoord spelen altijd belangrijk.
Voor wie benieuwd is of Сasoola Casino het proberen waard is: het platform biedt een overzichtelijke lobby met duizenden spellen, een ruim welkomstpakket en dagelijkse toernooien, ideaal voor Nederlandse spelers die graag wat variatie zoeken. Ontdek zelf de mogelijkheden via Сasoola Casino.
Wie haalt binnen 24 uur een uitbetaling op je rekening? Snelheid scheelt enorm tussen aanbieders, en wie nu even naar Casoola kijkt, ziet meteen hoe soepel de stortingen via iDEAL daar verlopen voor nieuwe spelers.