Beranda / Nasional Dan Internasional / Jerman Blak-blakan Salahkan Iran atas Eskalasi Konflik dengan AS

Jerman Blak-blakan Salahkan Iran atas Eskalasi Konflik dengan AS

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul menegaskan penyerangan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz tidak dapat dibenarkan. (AP Photo/Dita Alangkara)

 

Berlin,REDAKSI17.COM – Jerman terang-terangan menyalahkan Iran atas eskalasi terbaru dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) yang memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Jerman menilai aksi Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz menjadi pemicu kemarahan Washington hingga meluncurkan serangan militernya.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengatakan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz tidak dapat dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya konflik antara AS dan Iran yang mendorong Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir.

“Kapal-kapal yang menjadi sasaran berusaha melewati Selat Hormuz, khususnya melalui area yang bebas ranjau ketika mereka diserang oleh Iran,” kata Wadephul kepada media Phoenix, Rabu (8/7/2026).

Menurut Wadephul menekankan, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang harus tetap aman bagi seluruh kapal yang melintas.

“Perlu ditegaskan sekali dan untuk selamanya bahwa ini adalah jalur pelayaran internasional. Iran tidak boleh memasang ranjau, menembaki kapal, atau mengenakan biaya atau tarif. Iran perlu memahami poin ini,” tambahnya.

Meski mengkritik tindakan Iran, Wadephul menegaskan Jerman tetap mendorong penyelesaian konflik antara AS-Iran secara damai melalui jalur diplomasi. Namun, ia menilai Teheran harus mengubah pendekatannya agar proses negosiasi dapat berjalan.

“Saya berharap resolusi melalui negosiasi daripada cara militer. Kami berharap situasi akan mereda. Namun, keadaan saat ini juga tidak berkelanjutan dalam jangka panjang,” tandas Wadephul.

Namun tampaknya, harapan Jerman tampak sulit terjadi dalam waktu dekat, mengingat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir.

Orang nomor satu di AS itu bahkan mengkritik keras Iran dan menegaskan dirinya tidak ingin lagi berurusan dengan negara tersebut.

“Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah,” serunya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (8/7/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *