Beranda / Daerah / Kekeringan Mulai Terasa di Gunungkidul, Sejumlah Wilayah Ajukan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Mulai Terasa di Gunungkidul, Sejumlah Wilayah Ajukan Bantuan Air Bersih

 

YOGYAKARTA,REDAKSI17.COM – Dampak kemarau mulai dirasakan di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah kapanewon (kecamatan) mengajukan bantuan air bersih. Salah satu wilayah yang mulai merasakan kekeringan adalah Kapanewon Tepus. Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus, Sukisno mengatakan, alokasi dropping air bersih dari Pemkab Gunungkidul sebesar Rp 76,8 juta, dan diperkirakan bisa menyalurkan 422 tangki. Setiap musim kemarau, ada 5 Kalurahan di wilayahnya yang terdampak. Yakni Tepus, Sidoharjo, Purwodadi, Sumberwungu dan Giripanggung. Pihaknya sudah menerima data warga membutuhkan bantuan.

“Rencananya mulai minggu depan dilaksanakan dropping air ke warga yang membutuhkan. Meski belum kami lakukan rekap, tapi data warga terdampak kekeringan di tiga kalurahan,” kata Sukisno saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (3/7/2026).

Kekeringan Dirasakan di Purwosari Hal serupa juga terjadi di Kapanewon Purwosari.  Panewu Purwosari, Subiyantoro mengatakan, tahun ini ada alokasi anggaran dropping air sebesar Rp 79,6 juta. Berdasarkan hasil rapat koordinasi, diketahui sudah ada beberapa Padukuhan meminta bantuan air bersih. Yakni 10 padukuhan di Giripurwo dan lima di Kalurahan Giricahyo. Pihaknya akan segera menyalurkan bantuan air bersih. Sementara ini masih menyelesaikan administrasi.

“Mulai minggu depan, bantuan air bersih sudah bisa disalurkan ke warga yang membutuhkan,” ucap dia.

Sementara itu, di wilayah Kapanewon Gedangsari belum ada permintaan penyaluran air bersih. Meski begitu, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto sudah siap jika diminta. Ada anggaran Rp 79,8 juta untuk penyaluran sebanyak 266 tangki.

Di sini ada beberapa wilayah yang biasanya terdampak. Diantaranya Kalurahan Mertelu, Serut, Hargomulyo, Sampang, Ngalang dan Watugajah.

“Hanya ada satu Kalurahan yang biasanya tidak terdampak kekeringan yakni di Tegalrejo. Wilayah kami kan perbukitan jadi sulit mencari sumber air,” kata Eko. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, secara keseluruhan tahun ini ada alokasi bantuan air bersih sebanyak 1.150 tangki.

Jika nanti anggaran di Kapanewon habis maka dari BPBD akan menyalurkan bantuan. “Penyaluran air bersih menggunakan dana milik kapanewon terlebih dahulu,” kata Purwono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *