
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggencarkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional setempat, berupa stimulan masing-masing Rp20 juta kepada enam warga di sejumlah kapanewon.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 264 RTLH selama tahun anggaran 2026.
“Kami telah menginstruksikan lurah untuk proaktif mendata warga yang membutuhkan melalui koordinasi dengan RT/RW setempat,” katanya saat meninjau lokasi hunian penerima manfaat.
Hari ini, penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Gadingan, Kapanewon Wates. Penerima manfaat mencakup warga dari Kapanewon Wates, Sentolo, Kokap, dan Girimulyo.
“Kami berkomitmen untuk berlaku adil kepada seluruh lapisan masyarakat. Data yang masuk akan kami tindak lanjuti dan layani sebaik-baiknya,” katanya.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kulon Progo Sugiyanta menjelaskan program yang disebut Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) ini dilakukan dengan pendekatan fleksibel.
Baznas bahkan mengambil diskresi kebijakan atas dasar kemanusiaan bagi warga yang belum berkeluarga namun berada dalam kondisi darurat.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Kami tidak sekadar terpaku pada aturan administratif, namun melihat urgensi kondisi di lapangan agar masyarakat dapat terlayani secara adil dan merata,” katanya.
Hingga Juni 2026, Baznas Kulon Progo telah membedah sekitar 30 rumah, dengan rata-rata 5-6 unit per bulan.
“Kami menargetkan penyelesaian 60 rumah hingga akhir tahun melalui verifikasi data yang ketat bersama perangkat kelurahan dan kapanewon,” katanya.
Salah satu penerima bantuan RTLH warga Gadingan Mytin Prastika mengungkapkan syukur atas perhatian pemerintah dan Baznas.
Mytin, yang merupakan anak yatim dan tinggal sebatang kara, selama ini terkendala kondisi bangunan tua yang sering mengalami kebocoran dan kebanjiran saat hujan deras.
“Rumah ini bangunan peninggalan nenek. Saya sangat berterima kasih kepada pemkab dan Baznas karena akhirnya rumah ini bisa dibangun menjadi permanen dan aman untuk ditinggali,” ujarnya.
Wabup Ambar Purwoko juga memberikan apresiasi kepada pihak swasta dan BPD atas kontribusi dalam menyisir warga yang membutuhkan bantuan di luar skema anggaran reguler pemkab, sehingga cakupan perlindungan hunian layak bagi masyarakat di Kulon Progo dapat diperluas.


