JAKARTA,REDAKSI17.COM – Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi kajian strategis dan penguatan perspektif kebangsaan dalam merespons dinamika nasional. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Kantor DPTP PKS, Jakarta, menghadirkan pengamat energi dan ekonomi nasional, Marwan Batubara, sebagai narasumber utama dengan tema “Mencermati Kebijakan & Program Pemerintahan Prabowo”.
Forum diskusi berlangsung dinamis dengan mengulas berbagai aspek kebijakan strategis Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Diskusi menyoroti capaian, tantangan, sekaligus berbagai catatan kritis terhadap implementasi agenda pembangunan nasional yang saat ini dijalankan pemerintah.
Dalam pemaparannya, Marwan Batubara menjelaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi rakyat, pada dasarnya membawa semangat besar untuk membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat dan mandiri. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan program membutuhkan tata kelola yang adaptif, perencanaan strategis yang matang, serta kemampuan mengantisipasi perubahan global yang semakin dinamis.
“Pentingnya prinsip good governance, efektivitas birokrasi, penguatan profesionalisme sumber daya manusia pemerintahan, serta konsistensi terhadap agenda pemberantasan korupsi dan penguatan institusi negara. Pemerintah dinilai perlu memastikan setiap kebijakan publik benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujar Marwan.
Forum FGD MPP PKS ini menjadi ruang dialog strategis yang tidak hanya mengedepankan kritik konstruktif, tetapi juga mendorong hadirnya rekomendasi kebijakan yang lebih efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan rakyat dan masa depan pembangunan nasional.
“Kajian yang kuat akan melahirkan kebijakan yang tepat. Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama menjaga kualitas demokrasi dan arah pembangunan bangsa,” tutup Marwan dalam forum tersebut.



