Jetis,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Safari Subuh Ramadan dengan menyambangi Masjid Al Barokah Bumijo pada Sabtu (7/3). Dalam kegiatan tersebut, berbagai bantuan diserahkan kepada takmir masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus penguatan peran masjid di tengah masyarakat.
Bantuan yang diberikan antara lain dari Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar Rp10 juta, dari Baznas Kota Yogyakarta dan Bank Jogja masing-masing Rp2 juta, serta bantuan Rp1 juta dari Jogja Vishesa atau XT Square. Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyerahkan mushaf Al-Qur’an, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta memberikan paket buka puasa.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, terutama di era digital yang bergerak sangat cepat. Ia menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat melalui teknologi digital dan telepon pintar. Kondisi tersebut bisa membawa manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan persoalan jika informasi yang beredar tidak benar.
“Kita menghadapi perubahan yang sangat cepat. Di tangan kita ada handphone yang di dalamnya kita bisa melihat dunia lain dengan sangat cepat, bahkan kadang kecepatannya melebihi kebijakan pemerintah. Informasi ini bisa sangat menguntungkan jika benar, tetapi juga bisa merugikan jika berupa hoaks,” jelasnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga dapat menimbulkan tantangan baru karena memungkinkan manipulasi informasi atau gambar yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, masyarakat perlu semakin bijak dalam menyaring informasi.
“Kadang orang bisa didesain seolah-olah berada di suatu tempat atau bersama orang lain padahal tidak pernah terjadi. Ini bisa sangat membahayakan kalau tidak disikapi dengan bijak,” katanya.

Wawan Harmawan mengisi ceramah subuh
Selain isu informasi digital, Wawan juga menyoroti pentingnya peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dalam aspek ibadah tetapi juga dalam penguatan ekonomi umat.
Ia berharap masjid dapat menjadi ruang diskusi dan penggerak ekonomi masyarakat, misalnya melalui program pemberdayaan UMKM dan koperasi berbasis komunitas masjid.
“Kadang kita masih tabu menggunakan masjid sebagai tempat membicarakan ekonomi. Padahal justru di tempat seperti ini kita bisa berdiskusi, menyatukan gagasan, termasuk membahas program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Wawan juga mendorong agar ke depan masjid dapat menjadi pusat penggerak kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Banyak masjid sekarang dibangun dengan atap yang bagus dan lampu terang, tetapi tetangganya masih banyak yang belum makmur. Harapan kami justru masjid bisa menjadi tempat menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Barokah Bumijo, Suparyakir, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta beserta berbagai pihak.
Ia menjelaskan, masjid yang berada di wilayah Bumijo tersebut didirikan pada tahun 1976 dan telah beberapa kali mengalami renovasi. Perbaikan besar dilakukan setelah gempa tahun 2006 dan dilanjutkan pembangunan hingga menjadi dua lantai pada tahun 2013.
“Masjid ini didirikan tahun 1976. Setelah gempa 2006 sempat mendapat perbaikan, kemudian pada 2011 kami mendapat stimulus bantuan dan akhirnya masjid ini bisa dibangun menjadi dua lantai hingga selesai sekitar tahun 2013,” jelasnya.

Foto bersama
Suparyakir juga mengungkapkan bahwa kunjungan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Safari Subuh tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan secara resmi di masjid tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Wakil Wali Kota beserta jajaran pemerintah. Ini pertama kalinya masjid kami dikunjungi secara resmi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung perbaikan fasilitas masjid, termasuk penggantian kusen dan pintu yang sudah rusak akibat dimakan rayap serta perbaikan fasilitas kamar mandi.
“Kami menyambut gembira bantuan yang diberikan. Rencananya sebagian akan digunakan untuk mengganti kusen dan pintu yang sudah dimakan rayap, serta perbaikan kamar mandi agar jamaah semakin nyaman beribadah,” pungkasnya.


