Beranda / Politik / Megawati ” Merawat Pertiwi”

Megawati ” Merawat Pertiwi”

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Megawati hadir di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mega menjadi pembicara kunci dalam Forum Nasional Policy Dialogue dengan thema “Kedaulatan Kelautan berbasis Kekayaan Hayati Kelautan”. Ada pun forum ini terlaksana atas kerjasama Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) & Kampus UGM. Di mana kapasitas Mega adalah Ketua Dewan Pengarah BRIN.
Mega menyampaikan laut harus jadi pusat inovasi & ruang strategi nasional sebagai mana semangat cita-cita dari Bung Karno. Kuncinya adalah membangun integrasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem baru. Mega bahkan merinci secara detail potensi kampus-kampus di Indonesia dalam membangun kolaborasi riset antar kampus, dari : IPB, ITB, UGM, Universitas Pattimura hingga Universitas Cenderawasih Artinya Mega mendorong lahirnya orkestrasi pengetahuan. Itu jembatan yang kuat dalam menghubungkan riset & potensi industri yang ramah lingkungan ke depan.
Pun laut dalam pikiran Mega tidak hanya sebagai objek eksploitasi untuk kepentingan tambang tapi bisa menjadi sumber kedaulatan Nusantara. Saat menjabat pesiden Mega pernah menerbitkan kebijakan strategis melalui Keppres Nomor 33 Tahun 2002 yang melarang total ekspor pasir laut demi mencegah bencana ekologis. Langkah ini diambil setelah ia menerima laporan & data ihwal meluasnya banjir rob. Sebuah fenomena meluapnya air pasang ke pemukiman warga akibat permukaan laut lebih tinggi dari daratan pada berbagai kota besar seperti Medan, Semarang, Padang & Jakarta.
Penyebab banjir rob ini adalah enambangan pasir berskala besar. Pun selama bertahun-tahun di era Orde Baru hingga awal era Reformasi terjadi pengerukan pasir secara masif untuk proyek reklamasi Singapura yang mengancam daratan pulau terluar Indonesia yaitu Pulau Nipah di Kepulauan Riau. Pada tahun 2002, Mega dengan berani menekan Singapura dengan menimbun kembali Pulau Nipah. Ia menegaskan kedaulatan Indonesia. Ada pun Pulau Nipah sekarang menjadi salah satu titik pertahanan NKRI yang dijaga oleh TNI Angkatan Laut. Kebijakan pro-lingkungan ini terus dilanjutkan dalam semangat ideologi oleh PDI Perjuangan melalui pemikiran Megawati dalam konteks “Merawat Pertiwi”.
Anwar Saragih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *