Home / Tokoh Kita / Mochammad Idjon Djanbi

Mochammad Idjon Djanbi

Kisah Mochammad Idjon Djanbi adalah salah satu cerita paling unik dalam sejarah militer Indonesia. Ia lahir di Belanda dengan nama asli Rodes Barendrecht Visser, dan awalnya sama sekali tidak terkait dengan Indonesia. Namun, perjalanan hidupnya justru membawanya dari medan perang Eropa hingga menjadi tokoh penting dalam pembentukan pasukan elite TNI.
Saat Perang Dunia II, Belanda jatuh ke tangan Jerman Nazi. Dalam situasi itu, Visser bergabung dengan pasukan komando Belanda yang berada di bawah Sekutu. Ia ikut dalam berbagai operasi militer besar, termasuk Operation Market Garden (1944), salah satu operasi paling terkenal di Eropa. Dari pengalaman itu, ia belajar banyak tentang perang modern: bagaimana bertahan hidup di medan tempur, menyusup ke wilayah musuh, dan menjalankan operasi rahasia dengan risiko tinggi.
Setelah perang berakhir, ia dikirim ke wilayah Hindia Belanda (Indonesia sebelum merdeka) dan bertugas di kesatuan militer kolonial Belanda yang disebut KNIL. Namun, setelah Indonesia merdeka dan situasi politik berubah, hidupnya juga mengalami perubahan besar. Ia memutuskan menetap di Indonesia, menikah dengan perempuan Sunda, memeluk agama Islam, dan mengganti namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi. Keputusan ini membuatnya benar-benar menjadi bagian dari Indonesia, bukan lagi sekadar pendatang.
Tahun 1952 menjadi titik penting dalam hidupnya. Saat itu, Kolonel Alexander Evert Kawilarang membutuhkan seseorang yang berpengalaman dalam perang modern untuk membangun unit pasukan khusus di tubuh TNI Angkatan Darat. Idjon Djanbi dipilih karena pengalamannya sebagai prajurit komando di Eropa. Ia kemudian mulai melatih prajurit Indonesia dengan pendekatan yang saat itu masih sangat baru, seperti latihan bertahan di hutan, teknik penyergapan, sabotase, infiltrasi, serta disiplin militer yang sangat ketat.
Dari pelatihan dan sistem yang ia perkenalkan, lahirlah cikal bakal pasukan elite yang kemudian dikenal sebagai Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Ia juga dikenal memperkenalkan penggunaan baret merah, yang kemudian menjadi simbol keberanian, ketangguhan, dan identitas khas pasukan komando Indonesia hingga sekarang.
Meski tidak lama memimpin karena kemudian digantikan dalam proses pengembangan TNI yang semakin “diindonesiakan”, perannya tetap diakui sebagai salah satu fondasi awal terbentuknya satuan elite tersebut. Tanpa pengalamannya, perkembangan pasukan khusus Indonesia mungkin akan berjalan jauh lebih lambat.
Pada akhirnya, kisah Idjon Djanbi menunjukkan betapa kompleksnya sejarah manusia. Seseorang yang lahir sebagai tentara Eropa, pernah berada di pihak kolonial, justru berakhir sebagai salah satu tokoh penting dalam membangun kekuatan militer Indonesia modern.
Sumber:
Dinas Sejarah TNI AD – Sejarah Kopassus
Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI)
J. V. D. B. Heijboer, “The Formation of Indonesian Special Forces” (military history study)
Arsip biografi Alexander E. Kawilarang dan pembentukan RPKAD (cikal bakal Kopassus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *