Di tengah Laut Kaspia, sekitar 40 kilometer dari pantai Azerbaijan, berdiri sebuah kota aneh bernama Neft Daslari atau “Oil Rocks”. Tempat ini sering disebut sebagai kota minyak terapung pertama di dunia karena hampir seluruh wilayahnya dibangun di atas laut, bukan di daratan. Dari kejauhan, Neft Daslari terlihat seperti labirin besi raksasa yang mengapung di atas ombak, dipenuhi jembatan panjang, anjungan pengeboran, apartemen, dan pabrik minyak yang saling terhubung.
Kota ini mulai dibangun oleh Uni Soviet pada tahun 1949 setelah para ilmuwan menemukan cadangan minyak besar di bawah dasar Laut Kaspia. Awalnya hanya ada satu anjungan pengeboran sederhana. Namun karena lokasi pengeboran berada jauh di tengah laut, para insinyur Soviet melakukan cara ekstrem: mereka sengaja menenggelamkan kapal-kapal tua, kapal perang, hingga tanker minyak bekas untuk dijadikan fondasi tambahan. Di atas rangka besi dan bangkai kapal itulah mereka membangun jalan, bangunan, dan platform baru sedikit demi sedikit.
Pada masa kejayaannya di tahun 1960-an, Neft Daslari berkembang menjadi kota industri lengkap. Tempat ini memiliki apartemen bertingkat, bioskop, toko roti, rumah sakit, hotel, lapangan sepak bola, bahkan taman kecil dengan pohon asli. Tanah untuk taman tersebut diangkut langsung dari daratan menggunakan kapal. Jalan-jalan besinya membentang lebih dari 200 hingga 300 kilometer di atas laut, menghubungkan ribuan sumur minyak dan bangunan. Sekitar 5.000 pekerja pernah tinggal dan bekerja di sana secara bergantian seperti kota biasa, hanya saja dikelilingi lautan luas dan badai ganas.
Meski kini sebagian besar jalannya sudah berkarat, runtuh, dan tenggelam dimakan usia, Neft Daslari masih tetap aktif menghasilkan minyak hingga sekarang. Sekitar 2.000 pekerja masih bekerja secara bergiliran di sana. Tempat ini menjadi simbol kegilaan teknologi Uni Soviet sekaligus bukti bahwa manusia pernah membangun “kota laut” raksasa hanya demi mengejar minyak bumi. Banyak orang bahkan menyebutnya sebagai “Atlantis versi Soviet” karena bentuknya yang menyeramkan namun menakjubkan di tengah lautan.
Sumber:





