Teheran,REDAKSI17.COM – Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026). Iran menyebut kegagalan tersebut disebabkan adanya perbedaan mendasar dalam sejumlah isu penting.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa sejak awal tidak ada ekspektasi kesepakatan bisa dicapai dalam satu putaran pembicaraan.
“Tentu saja, sejak awal kita tidak seharusnya mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu sesi saja. Tidak ada yang mengharapkan hal seperti itu,” ujar Baqaei, seperti dikutip televisi pemerintah IRIB.
Ia menyebut negosiasi terhenti karena adanya “kesenjangan antara pendapat” kedua pihak, terutama dalam dua hingga tiga isu krusial.
“Pada akhirnya, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baqaei tanpa merinci isu yang dimaksud.
Meski demikian, Baqaei mengungkapkan bahwa dalam beberapa topik, delegasi Iran dan AS telah mencapai kesepahaman awal.
Para negosiator diketahui membahas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Namun, tidak ada penjelasan rinci terkait isu program nuklir Iran dalam perundingan tersebut.
Baqaei menambahkan bahwa Iran akan terus menjalin komunikasi dengan Pakistan dan negara-negara lain di kawasan guna mendorong dialog lanjutan.
Pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah perundingan turut mendorong kedua pihak untuk mempertahankan gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menegaskan pentingnya komitmen semua pihak terhadap kesepakatan tersebut.
“Sangat penting bagi semua pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” ujar Dar.
Ia menambahkan bahwa Pakistan akan terus berperan sebagai mediator dalam upaya mempertemukan Iran dan AS di masa mendatang.
Sementara itu, sejumlah negara Barat menyayangkan mandeknya negosiasi tersebut. Inggris dan Australia menilai kegagalan ini sebagai perkembangan yang mengecewakan.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah melanjutkan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. “Prioritas sekarang adalah melanjutkan gencatan senjata dan kembali ke negosiasi,” ujarnya.
Ia juga menyebut berakhirnya pembicaraan tanpa kesepakatan sebagai hal yang “sangat mengecewakan”.
Senada, Menteri Inggris Wes Streeting menilai belum adanya terobosan sebagai hal yang disayangkan, namun bukan akhir dari proses diplomasi.
“Seperti biasa dalam diplomasi, Anda akan terus gagal sampai berhasil. Jadi, meskipun pembicaraan ini mungkin tidak berakhir dengan sukses, bukan berarti tidak ada gunanya untuk terus mencoba,” kata Streeting kepada Sky News.





